PERS DALAM DILEMA: ANTARA TEKANAN MODAL DAN TUNTUTAN ETIKA (STUDI POLITIK-EKONOMI MEDIA DALAM PERSPEKTIF KRITIS PASCA REFORMASI)

NURUL SAWALINA, 070116594 (2008) PERS DALAM DILEMA: ANTARA TEKANAN MODAL DAN TUNTUTAN ETIKA (STUDI POLITIK-EKONOMI MEDIA DALAM PERSPEKTIF KRITIS PASCA REFORMASI). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (Fulltext)
gdlhub-gdl-s1-2009-sawalinanu-14002-fis.s.86-0.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (Abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2009-sawalinanu-16656-abstrak-0.pdf

Download (623kB) | Preview

Abstract

Studi politik-ekonomi media dalam perspektif kritis ini, merupakan studi tentang bagaimana pers menghadapi dilema antara kecenderungan tekanan modal saat ini dan tuntutan untuk menjalankan fungsi imperatif terhadap masyarakat, yang berlandaskan pada nilai-nilai jurnalisme. Dalam hal ini, majalah Tempo menjadi subyek penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kritis, yang meyakini adanya kekuatan-kekuatan dominan yang menguasai proses komunikasi. Pers adalah entitas yang tidak pernah netral, karena menjadi ruang pertarungan kepentingan kelompok-kelompok dominan untuk mengukuhkan keberadaan mereka. Namun dengan terus berpegang pada nilai-nilai jurnalisme, pers diyakini mampu menjalankan fungsi imperatif publik, sekaligus menjadi emansipatoris. Berdasarkan pendekatan yang dijadikan acuan dalam keseluruhan proses penelitian ini, maka metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Informasi diperoleh melalui wawancara dengan pemimpin redaksi Tempo, ’obrolan ringan’ dengan wartawan dan editor dari media-media cetak lokal, riset perpustakaan dan penelusuran melalui internet. Analisis didasarkan pada Konsep Ruang Publik Habermas, Pendekatan Politik-Ekonomi Media dan pemikiran-pemikiran tentang nilai-nilai jurnalisme. Hasil penelitian menemukan bahwa di pasca reformasi ini, modal memiliki arti yang amat penting bagi pers. Modal yang berasal dari iklan, saham dari pemilik turut mempengaruhi kebijakan redaksi. Motif untuk mempertahankan modal maupun memperolehnya, selain ditujukan untuk membiayai keberlangsungan media juga untuk melakukan ekspansi usaha guna menguatkan jaringan bisnis media bersangkutan. Kondisi tersebut berlangsung pada media yang pemilik saham terbesarnya adalah pengusaha, ataupun media yang tidak mapan secara finansial. Namun, kecenderungan praktik yang melanggar etika profesionalisme tersebut tidak berdasarkan pada faktor tingkat kemapanan finansial perusahaan semata. Komitmen menjalankan nilai-nilai jurnalisme dengan benar, merupakan faktor yang lebih menentukan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis.S.86/10 Saw p
Uncontrolled Keywords: MEDIA PRESSURE, ETHICS AND CAPITAL
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General) > H1-99 Social sciences (General)
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsEmail
NURUL SAWALINA, 070116594UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorEdy Herry Prihantoro, Drs, M.siUNSPECIFIED
Depositing User: Nurma Harumiaty
Date Deposited: 01 Jul 1905 12:00
Last Modified: 30 Oct 2016 03:00
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/17000
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item