REPRESENTASI POLIGAMI DALAM FILM AYAT-AYAT CINTA

WIMARDANA HERDANTO, 070517974 (2010) REPRESENTASI POLIGAMI DALAM FILM AYAT-AYAT CINTA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (Fulltext)
gdlhub-gdl-s1-2010-herdantowi-14229-fis.k.54-0.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (Abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2010-herdantowi-16903-abstrak-0.pdf

Download (626kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini menganalisis poligami yang direpresentasikan oleh film Ayat-Ayat Cinta. Fenomena poligami yang semakin marak di masyarakat membuat poligami menjadi suatu hal yang menjadi kontroversi. Ada yang pro poligami dan ada juga yang menentang. Berdasarkan fenomena poligami yang yang banyak muncul di media massa pada umumnya dan di dalam film pada khususnya memunculkan pertanyaan penelitian yaitu bagaimana penggambaran poligami dalam film Ayat-Ayat Cinta. Wacana tentang poligami yang semakin marak sejak kemunculan film Ayat-Ayat Cinta membuat peneliti tertarik untuk menemukan penggambaran seperti apa yang dimunculkan dalam film Ayat-Ayat Cinta. Penelitian ini adalah sebuah penelitian analisis semiotik mengenai poligami yang direpresentasikan oleh film Ayat – Ayat Cinta. representasi merujuk kepada konstuksi segala bentuk media terutama media massa terhadap segala aspek realitas atau kenyataan, seperti masyarakat, objek, peristiwa, hingga identitas budaya. Representasi ini bisa berbentuk kata-kata atau tulisan bahkan juga dapat dilihat dalam bentuk gambar bergerak atau film. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelanggengan budaya patriarki besar pengaruhnya terhadap penggambaran poligami di dalam film Ayat-Ayat Cinta. Untuk membentuk representasi wacana poligami di dalam film Ayat-Ayat Cinta, tidak terlepas dari fenomena dan praktik sosial poligami yang terjadi di masyarakat. Islam yang selama ini menjadi satu-satunya acuan dalam hukum berpoligami ternyata masih banyak disalahrtikan. Interpretasi yang multitafsir terhadap ayat Al Qur’an banyak mempengaruhi praktik sosial poligami yang jauh dari keadilan sebagaimana yang seharusnya tercantum di dalam Al Qur’an. Gerakan feminisme muncul untuk mendobrak budaya patriarki sekaligus sebagai bentuk perlawanan atas kesalahan interpretasi teks yang berlanjut secara turun temurun. Hasil analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah bahwa poligami digambarkan sebagai sebuah pernikahan yang penuh ketidakadilan serta ketidakharmonisan dengan banyaknya intrik dan permasalahan di dalamnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis.K.54/10 Her r
Uncontrolled Keywords: GENDER IDENTITY IN LITERATURE; SOCIAL CHANGE
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM1001-1281 Social psychology > HM1106-1171 Interpersonal relations. Social behavior
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsEmail
WIMARDANA HERDANTO, 070517974UNSPECIFIED
Depositing User: Nurma Harumiaty
Date Deposited: 02 Jul 1905 12:00
Last Modified: 30 Oct 2016 16:40
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/17019
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item