DIFUSI INOVASI DESA SIAGA PADA WARGA RT 04/ RW II DESA MANGUNSARI, KECAMATAN TEKUNG, KABUPATEN LUMAJANG

INDRIANI FITRIA RAHAYU, 070417438 (2010) DIFUSI INOVASI DESA SIAGA PADA WARGA RT 04/ RW II DESA MANGUNSARI, KECAMATAN TEKUNG, KABUPATEN LUMAJANG. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2010-rahayuindr-18150-abstrak-0.pdf

Download (705kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
gdlhub-gdl-s1-2010-rahayuindr-15071-fis.k.60-0.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Desa Siaga merupakan suatu konsep yang mana penduduk desa harus memiliki kesiapan sumber daya dan kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan secara mandiri. Desa Siaga diresmikan pada 16 Desember 2006 di Desa kenongo, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang. Pemilihan Desa Kenongo didasarkan pada keberhasilan penduduknya dalam mengadopsi Desa Siaga. Kesuksesan Desa Siaga, ternyata tidak diikuti oleh beberapa daerah lain di Lumajang. Salah satunya adalah Desa Mangunsari. Pada 2009, Desa Mangunsari masih berada pada tingkatan Desa Siaga Bina (tingkatan yang paling rendah). Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti Desa mangunsari dengan perumusan masalah yang ingin dicari, adalah “Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi proses difusi inovasi pada warga RT 04/ RW II Desa Mangunsari?”. Faktor-faktor yang dimaksud dalam penelitian ini, dilihat dari kategori adopter, opinion leader, serta struktur komunikasi yang terbentuk. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan tipe deskriptif. Sementara itu struktur komunikasi bisa diidentifikasi dengan metode analisis jaringan komunikasi. Melalui metode ini, juga akan diketahui responden yang tergolong sebagai opinion leader. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dimana pengisiannya dilakukan oleh peneliti. Unit analisisnya adalah individu yaitu kepala keluarga yang ditunjuk, laki-laki-laki atau peremupuan, baik yang bekerja maupun tidak bekerja. Adapun teori yang digunakan adalah teori difusi inovasi. Hasil dari penelitian ini, diketahui tidak semua responden mengetahui Desa Siaga. Hal ini disebabkan, masuknya inovasi tersebut baru terjadi pada awal tahun 2009. sosialisasi belum dilakukan secara maksimal baik melalui forum-forum formal maupun informal. Frekuensi hubungan komunikasi yang rendah mengakibatkan responden tidak mengetahui secara jelas mengenai kriteria-kriteria hidup sehat melalui Desa Siaga. Tingkat pengetahuan yang kurang ini, disebabkan pula oleh pilihan pasangan komunikasi yang semata-mata tidak hanya dilihat dari tingkat SSE dan adopsinya, tetapi dipengaruhi pula oleh faktor kekerabatan dan lokasi tempat tinggal yang berdekatan. Faktor berikutnya yang mempengaruhi proses difusi Desa Siaga adalah tingkat status sosial ekonomi responden yang mayoritas bekerja sebagai buruh tani. Penghasilan yang mereka peroleh hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, tidak ada dana simpanan untuk pembiayaan kesehatan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KK KKB Fis K 60/10 Rah d
Uncontrolled Keywords: VILLAGE INNOVATION
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM711-806 Groups and organizations > HM756-781 Community
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi
Creators:
CreatorsEmail
INDRIANI FITRIA RAHAYU, 070417438UNSPECIFIED
Depositing User: Nurma Harumiaty
Date Deposited: 02 Jul 1905 12:00
Last Modified: 02 Nov 2016 16:39
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/17072
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item