Analisis Framing Pemberitaan Media Seputar Penetapan Susunan Kabinet Indonesia Bersatu II oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Surat Kabar Kompas dan Koran Tempo

M. Rizal Mardiyanto, 070517963 (2010) Analisis Framing Pemberitaan Media Seputar Penetapan Susunan Kabinet Indonesia Bersatu II oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Surat Kabar Kompas dan Koran Tempo. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2010-mardiyanto-18153-abstrak-0.pdf

Download (732kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
gdlhub-gdl-s1-2010-mardiyanto-15075-fis.k.59-0.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan awal untuk mengetahui hubungan antara media dengan rezim pemerintah di sebuah negara. Hal ini salah satunya dapat diamati dari pemberitaan media terhadap sosok Presiden selaku kepala negara sekaligus simbol dari sebuah rezim pemerintah. Oleh karena itulah, kemudian peneliti mengamati pemberitaan media terhadap fenomena terkini yang berkaitan erat dengan sosok Presiden. Saat penelitian ini dilakukan, media di Indonesia sedang marak memberitakan fenomena seputar penetapan susunan Kabinet Indonesia Bersatu II (KIB II) oleh Presiden terpilih dalam Pemilu 2009, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dari pemberitaan seputar fenomena inilah, dapat diamati kecenderungan sebuah media dalam afiliasinya dengan pemerintah, khususnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Penelitian ini mengamati pemberitaan seputar penetapan susunan KIB II oleh Presiden SBY pada dua surat kabar cetak nasional, Kompas dan Koran Tempo. Peneliti menganalisis pemberitaan kedua media cetak tersebut secara kualitatif dengan metode analisis framing yang diformulasikan oleh Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Berdasarkan analisis framing yang diformulasikan Pan dan Kosicki tersebut, pemberitaan yang dimuat surat kabar akan teridentifikasi berdasarkan unsur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Sehingga, pada akhirnya dapat diidentifikasi secara keseluruhan perspektif pemberitaan masing-masing surat kabar terhadap fenomena tersebut di atas dengan topik pemberitaan yang sama. Dari analisis framing terhadap pemberitaan pada topik yang sama pada kedua surat kabar tersebut, dapat diidentifikasi Kompas dan Koran Tempo memberitakan fenomena seputar penetapan susunan KIB II oleh Presiden SBY tersebut dengan perspektif yang berbeda. Kompas cenderung menilai negatif langkah Presiden SBY dalam menetapkan susunan KIB II tersebut. Sedangkan, Koran Tempo justru sebaliknya cenderung menilai positif sosok Presiden SBY. Hal ini ditekankan oleh Kompas dan Koran Tempo pada tiap pemberitaan fenomena terkait pada tanggal 22-23 Oktober 2009. Selain itu, dari penelitian ini dapat diamati pula strategi surat kabar masa kini untuk menekankan makna pemberitaan pada teks dalam pemberitaannya sekaligus menarik minat pembaca yakni dengan menonjolkan unsur grafis. Konsep surat kabar compact dan full-color yang diusung Kompas dan Koran Tempo mendukung bangunan bingkai yang digunakan dalam setiap artikel pemberitaannya. Kompas cenderung menampilkan gambar-gambar yang proporsional, sedangkan Koran Tempo cenderung menampilkan kekuasaan sosok Presiden SBY.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KK KKB Fis K 59/10 Mar a
Uncontrolled Keywords: NEWSPAPER; PRESIDEN
Subjects: J Political Science > J General legislative and executive papers > J(1)-981 General legislative and executive papers
P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P87-96 Communication. Mass media
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi
Creators:
CreatorsEmail
M. Rizal Mardiyanto, 070517963UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSuko Widodo, Drs. M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nurma Harumiaty
Date Deposited: 02 Jul 1905 12:00
Last Modified: 02 Nov 2016 17:01
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/17075
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item