Acara Cangkru'an di JTV (Jawa Timur TV) Sebagai Ruang Publik Masyarakat Jawa Timur Studi Analisis Tektual pada Acara CAngkru'an dengan Tema: Nasionalisme Iku Penting Lho Rek!!

WAHYU C KRISTANTO, 090310649L (2005) Acara Cangkru'an di JTV (Jawa Timur TV) Sebagai Ruang Publik Masyarakat Jawa Timur Studi Analisis Tektual pada Acara CAngkru'an dengan Tema: Nasionalisme Iku Penting Lho Rek!! Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
gdlhub-gdl-s2-2006-nirwanamay-576-ts.05_0-t.pdf

Download (339kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
17092-ilovepdf-compressed.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian dengan judul Identitas Lokal dalam Program Acara "Cangkru'an" di JTV: Studi Analisis Resepsi pada Penonton JTV dilatarbelakangi oleh adanya globalisasi teknologi komunikasi yang membuat dunia menurut Marshall McLuhan menjadi global village. Globalisasi memunculkan masyarakat modern bahkan postmodern yang anti kemapanan. Mereka inilah yang akhirnya menentang konsep globalisasi yang ingin mewujudkan monocultural, sebab masyarakat postmodern sangat mengakui adanya perbedaan budaya dengan melakukan penggalian kembali inspirasi-inspirasi tradisi, yang salah satunya identitas lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan penonton JTV terhadap identitas lokal yang terdapat dalam variety show Cangkru'an di JTV. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan paradigma konstruktivis dan menggunakan tataran analisis deskriptif Unit analisis dalam penelitian ini adalah individu yang mengeluarkan narasi-narasi kualitatif Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan di ruang diskusi, JI. Majopahit No. 666 B Sidoarjo pads 23 Mei 2005 mulai pukul 18.30-20.00 WIB dan diikuti 10 partisipan yang tinggal/bekerja di Surabaya. Hal ini karena menurut peneliti, Surabaya adalah kota metropolis sehingga masyarakatnya heterogen, ada penduduk asli dan ada penduduk urban. Metode penelitian ini adalah reception analysis. Dalam reception analysis, penonton menjadi produsen makna ektif dalam konteks budaya mereka sendiri. Ada 3 langkah yang dilakukan peneliti dalam reception analysis yartu: collection, analysis, dan interpretation of reception data. Berdasarkan hasil FGD, maka penerimaan penonton JTV terhadap identitas lokal dalam Cangkru'an sebagai berikut: penonton Cangkru'an mengatakan bahwa ada beberapa hal dalam Cangkru'an yang menunjukkan performance Suroboyoan walaupun tidak semuanya dalam Cangkru'an itu Suroboyoan. Identitas lokal Suroboyoan ditunjukkan dengan adanya: penggunaan bahasa Suroboyoan terutama yang dilakukan oleh presenter Cangkru'an (Cak Prio Aljabbar); pakaian Ngampelan, sarung, dan udheng; musik terbang jidor, kentrungan, dan kentongan; makanan lokal Suroboyoan seperti lontong balap, tahbu tek, tahu campur, nasi pecel, nasi campur, negasari dan pisang goreng. Tema Cangkru'an menurut partisipan hanya sedikit yang tentang lokal Suroboyoan (hanya sekitar banjir, kebakaran, kebersihan, Suroboyo 2005, penggusuran, dan Pilkada), namun nara sumbernya sedikit sekali yang lokal asli putra Surabaya. Setting Cangkru'an yang lokal Suroboyoan menurut mereka adalah menunjukkan tempat di pojok-pojok kampung Surabaya seperti: PKL, gardu, warung, penjual koran, waria, orang cacat, dan satpam -------------------------------------------------------- Translation: The aim of this research was study about reception of JTV audiences on any local identities found in the variety show of Cangkru'an on JTV. This study was a qualitative research with constructivism paradigm and was analyzed by descriptive analysis. Analysis unit in this study was individuals who stated qualitative narrations. Data in this study was collected by conducting Focus Group Discussion (FGD) in discussion room on JI. Mojopahit No. 666 B Sidoarjo on 23 rd May 2005 since 18.30-20.00 WM. This FGD was attended by ten participants who lived or worked in Surabaya. Method used in this research was reception analysis. Result of FGD showed that-according to JTV audiences-there were some local identities which showed the performance of typical "Suroboyoan" in the variety show of Cangkru'an on JTV. Local identities of Suroboyoan were showed by some identities as follows: the used of dialect Suroboyoan especially by Cangkru'an presenter (Cak Prio Aljabbar); the used of Ngampelan costume, sarong, and udheng; musics of terbang jidor, kentrungan, and kentongan; the presented of local food of Suroboyoan as lontong balap, tabu tek, tahu campur, nasi peed, nasi campur, nogosari, and pisang goreng. The theme of Cangkru'an on the other hand showed slightly in connection with problems of local Suroboyoan as floods, fire, cleanliness, Suroboyo 2005, condemnation, and regional election. According to participants, settings of Cangkru'an an those typically Suroboyoan was ought to be descriptions of places at corners of Surabaya kampong like sidewalk, salesmen, village patrol, foodstalls, newspaper salesmen, transsexuals, disableds, and woman security guards.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KK KKB Fis K 32/10 Kri a
Uncontrolled Keywords: BROADCASTING POLICY
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform > HN1-995 Social history and conditions. Social problems. Social reform
P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P87-96 Communication. Mass media
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Media dan Komunikasi
Creators:
CreatorsEmail
WAHYU C KRISTANTO, 090310649LUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorYuyun W.I Surya, S.Sos., MAUNSPECIFIED
Depositing User: Nurma Harumiaty
Date Deposited: 30 Jun 1905 12:00
Last Modified: 04 Jul 2017 23:37
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/17092
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item