”CAGAR BUDAYA STASIUN SEMUT” Pemaknaan Masyarakat tentang Nilai Revitalisasi Bangunan Bersejarah di Kota Surabaya

DIMAS ANDRIANTO, 070517753 (2010) ”CAGAR BUDAYA STASIUN SEMUT” Pemaknaan Masyarakat tentang Nilai Revitalisasi Bangunan Bersejarah di Kota Surabaya. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2010-andriantod-18558-abstrak-0.pdf

Download (747kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
17098-ilovepdf-compressed.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Stasiun Semut ini dalam pembangunannya terdapat dua kepentingan, kepentingan pelestarian dan kepentingan pembangunan. Perevitalisasian Stasiun semut ini telah dilakukan beberapa tahun lalu. Revitalisasi sendiri diartikan sebagai mengubah bangunan dan atau lingkungan cagar budaya agar dapat dimanfaatkan untuk fungsi yang lebih sesuai tanpa menuntut dirombak habis. Tetapi pada kenyataannya Stasiun Semut ini setelah dirombak tidak mendapat respon yang jelas dari pihak pemerintah dan pihak .Untuk mengetahui lebih jauh mengenai hal tersebut, maka dapat dikemukakan bagaimana masyarakat sekitar dalam memaknai cagar budaya yang direvitalisasi khususnya Stasiun Semut. Untuk menjawab fokus permasalahan tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Untuk memperoleh data, peneliti memakai dua tekhnik melalui wawancara dan dokumentasi berupa foto. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dari informan dan data sekunder dari foto hasil penelitian. Untuk menentukan informan, peneliti menggunakan purpossive. Informan terdiri dari 6 informan dan dibagi menjadi dua: yaitu yang berkuasa dan tidak berkuasa. Informan tersebut terdiri dari Ibu D, Pak P, Pak F, Pak W, Pak M, Pak S Hasil dari penelitian ini menunjukkan, banyak disampaikan bahwa revitalisasi stasiun semut ini sangat penting untuk keindahan suatu cagar budaya, tetapi seharusnya tidak mengurangi estetika budaya yang ada. Hanya sebatas pengetahuan luar dan hanya sebatas melihat wujud bangunan yang ada. Dan informan-informan yang tidak mempunyai kekuasaan hanya sebatas memaknai revitalisasi yangada dan tidak dapat memberikan suatu tindakan yang jelas, dan informan-informan yang mempunyai kekuasaan lebih memaknai revitalisasi bangunan stasiun semut ini sebagai pembangunan dan memang murni sebagai pembangunan, suatu pembaruan ruang dan pondasi yang ada tanpa mengurangi nilai sejarah bangunan tersebut. Dan mereka menghasilkan suatu nilai yang baik dengan revitalisasi ini dengan tujuan dalam hal revitalisai, hanya untuk pembangunan , tetapi ada kepentingan-kepentingan yang lain yang mendasari seperti menghancurkan suatu indentitas kota, maupun melakukan proyek dalam pembangunan. Dan mereka melakukan tindakan-tindakan untuk mencegah penyelewengan pembangunan stasiun semut ini, seperti selalu menegur pihak lain yang mengerjakan desain bangunan yang baru agar tidak terjadi kekosongan yang lama hingga sekarang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KK KKB Fis S 50/10 And c
Uncontrolled Keywords: CULTURAL HERITAGE; STATION
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsEmail
DIMAS ANDRIANTO, 070517753UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHerwanto, Drs, MAUNSPECIFIED
Depositing User: Nurma Harumiaty
Date Deposited: 02 Jul 1905 12:00
Last Modified: 20 Jun 2017 18:11
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/17098
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item