MAKNA PERCERAIAN BAGI REMAJA (STUDI TENTANG REMAJA DI KELUARGA YANG BERCERAI)

POERNOMO C.W, 070317126 (2009) MAKNA PERCERAIAN BAGI REMAJA (STUDI TENTANG REMAJA DI KELUARGA YANG BERCERAI). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2009-poernomocw-18672-abstrak-0.pdf

Download (723kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
gdlhub-gdl-s1-2009-poernomocw-15408-fis.s.36-0.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Perceraian merupakan suatu bentuk disorganisasi keluarga yang tidak diinginkan oleh keluarga manapun juga. Namun apabila da1am suatu keluarga terjadi suatu konflik yang benar-benar tidak dapat diselesaikan, dan hanya dengan perceraianlah, konflik itu dapat selesai, maka perceraian merupaan suatu jalan satu-satunya yang harus ditempuh yang dihadapi oleh pasangan suami istri dalam suatu keluarga. Remaja merupakan obyek yang paling menderita jika dalam suatu keluarga terjadi perceraian. Hal ini dikarenakan perceraian akan membawa beban sosial bagi jiwa sang anak. Berdasarkan hal di atas, maka timbul ketertarikan untuk meneliti mengenai remaja korban perceraian. Adapun rumusan permasalahan yang diajukan yaitu Pertama, Bagaimana remaja korban perceraian memaknai perceraian? Kedua, Bagaimana remaja korban perceraian memaknai pernikahan? dan Ketiga, bagaimanakah dampak perceraian keluarga terhadap remaja? Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Universitas Airlangga khususnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Adapun sasaran penelitian ini yaitu mahasiswa-mahasiswi yang berasal dari keluarga yang orang tuanya mengalami perceraian dengan kriteria umur tertentu yaitu antara 18-24 tahun. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori tentang fenomenologi. Perceraian dimaknai remaja broken home sebagai trauma, yang berhubungan dengan pengalaman selama proses perceraian yaitu perselingkuhan dan jalan terbaik karena perceraian tidak selamanya berdampak negative. Sedang pernikahan sendiri dimaknai sebagai penyatuan dua individu serta keluarga besarnya dan akhir dari masa lajang. Dari hasil di lapangan, informan dalam penelitian ini berjumlah 4 orang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KK KKB Fis S 36/10 Poe m
Uncontrolled Keywords: DIVORCE: TEENAGERS
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM1001-1281 Social psychology > HM1041-1101 Social perception. Social cognition Including perception of the self and others, prejudices, stereotype
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women > HQ503-1064 The family. Marriage. Home > HQ811-960.7 Divorce
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
POERNOMO C.W, 070317126UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorUdji Asiyah, Dra. , MSiUNSPECIFIED
Depositing User: Nurma Harumiaty
Date Deposited: 01 Jul 1905 12:00
Last Modified: 02 Nov 2016 23:17
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/17123
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item