MAKNA NILAI PERKAWINAN BAGI PASANGAN YANG TIDAK RESMI MENIKAH (Studi Kasus Tentang Pasangan Yang Tidak Resmi Menikah Beserta Keluarganya)

FITRI SETIAWATI, 070610377 (2010) MAKNA NILAI PERKAWINAN BAGI PASANGAN YANG TIDAK RESMI MENIKAH (Studi Kasus Tentang Pasangan Yang Tidak Resmi Menikah Beserta Keluarganya). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2010-setiawatif-18715-abstrak-0.pdf

Download (775kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
gdlhub-gdl-s1-2010-setiawatif-15481-fis.s.88-0.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Perzinaan pada pasangan yang tidak tesmi menikah, seperti yang diketahui bersama, merupakan suatu fenomena sosial yang tak lagi mampu disangkal. Keberadaannya disadari sebagai sebuah realita di dalam masyarakat. Berbagai macam reaksi diberikan oleh lingkungan sekitarnya terhadap keberadaan pasangan yang tidak resmi menikah. Kebanyakan reaksi masyarakat adalah menolak keberadaan pasangan ini dengan cara mengusir mereka dari wilayahnya. Namun hal ini tidak membuat pasangan ini menyudahi perilaku menyimpang mereka. Demikian juga ketika Konsep Rancangan Undang Undang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (Konsep RUU KUHP) yang menuai pro dan kontra tentang dimasukannya tindakan asusila seperti zina dan kumpul kebo. Hukum di Indonesia telah dianggap terlalu ikut campur masalah pribadi orang lain dan melanggar hak, namun jika hukum tidak ditegakan maka perilaku menyimpang seperti pasangan yang tidak resmi menikah akan semakin banyak dijumpai di Indonesia. Jika Konsep RUU KUHP tentang tindakan asusila ditolak dan pidana penjara pada pelaku nikah sirri ditetapkan maka akan membuat masyarakat yang nikah sirri lebih memilih atau mengakui bahwa mereka kumpul kebo atau pasangan yang tidak resmi menikah karena tidak ingin di pidana penjara. Hal ini membuat ada pergeseran makna perkawinan pada pasangan yang tidak resmi menikah, mereka lebih memilih tetap hidup satu atap tanpa menikah dibanding menikah secara sah karena hidup satu atap tanpa menikah dianggap lebih aman. Penelitian dilakukan untuk menjawab fokus penelitian yaitu; Bagaimana pasangan yang tidak resmi menikah memberikan makna terhadap nilai-nilai perkawinan?. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian studi kasus dengan perspektif fenomenologi, dan menggunakan teori konstruksi sosial menurut Berger dan teori interaksionisme simbolik dari Blummer. Subyek penelitian adalah pasangan yang tidak resmi menikah di kota Surabaya dan anggota keluarganya dengan jumlah informan yang diwawancarai sebanyak 6 (enam) orang. Proses pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam kemudian data yang didapat ditranskrip ke dalam bentuk tulisan dan kemudian diinterpretasi serta dikaitkan dengan teori. Pada akhirnya ditemukan bahwa perkawinan dimaknai sudah tidak penting lagi karena pasangan tidak resmi menikah dengan mudah untuk mendapatkan surat nikah palsu serta munculnya aturan bahwa nikah sirri yang dipidana penjara.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KK KKB Fis S 88/10 Set m
Uncontrolled Keywords: MARRIAGE; RELATIONSHIP
Subjects: H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women > HQ2035-2039 Life skills. Coping skills. Everyday living skills
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women > HQ2042-2044 Life style
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women > HQ503-1064 The family. Marriage. Home > HQ803 Temporary marriage. Trial marriage. Companionate marriage
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsEmail
FITRI SETIAWATI, 070610377UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorUdji Asiyah, Dra,M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nurma Harumiaty
Date Deposited: 02 Jul 1905 12:00
Last Modified: 02 Nov 2016 15:14
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/17129
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item