PERAN PAGUYUBAN PEDAGANG KAKI LIMA SEBAGAI PEMADU KEPENTINGAN PEDAGANG KAKI LIMA (Studi Deskriptif Peran dan Fungsi Paguyuban Pedagang Kaki Lima di Surabaya)

KHRISNA YUDI PERWITA, 079715461 (2006) PERAN PAGUYUBAN PEDAGANG KAKI LIMA SEBAGAI PEMADU KEPENTINGAN PEDAGANG KAKI LIMA (Studi Deskriptif Peran dan Fungsi Paguyuban Pedagang Kaki Lima di Surabaya). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-perwitakhr-1395-fisp09-k.pdf

Download (263kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
17138.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Banyak catatan-catatan kecil perlawanan para PKL di Surabaya dalam menghadapi pemerintah yang berupaya keras menertibkan dan juga merelokasi keberadaan mereka ke tempat-tempat yang telah ditentukan. Bagi pemerintah, mustahil memberdayakan PKL yang berjumlah ratusan ribu yang ada di Surabaya, Langkah-langkah tanpa kompromis terkadang digunakan dalam perannya sebagai "pengatur" kota. Bagi PKL, profesi tersebut sebagai penjawab dalam meningkatkan taraf kehidupannya, pemilihan lokasi yang berada di simpulsimpul strategispun sebagai alternatif terbaik untuk berdagang. Fenomena keberadaan paguyuban PKL sebagai wadah bersatunya suara PKL memungkinkan PKL memiliki bargaining position dengan pemerintah. Dalam prakteknya di lapangan, Paguyuban PKL ini memiliki fungsi sebagai kelompok kepentingan (interest group) memiliki sejumlah orang yang mempunyai kesamaan sifat, sikap, kepercayaan, dan tujuan yang sepakat mengorganisasikan diri untuk melindungi dan mencapai tujuan sebagai kelompok yang terorganisasi. Dalam realitas yang ada, Paguyuban PKL dibedakan menjadi 2, yakni Paguyuban PKL binaan pemerintah dan Paguyuban PKL non-binaan pemerintah. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran yang jelas Siapa yang paling berkepentingan dalam pembentukan Paguyuban PKL tersebut, Peran Pemerintah Kota Surabaya dalam pembentukan Paguyuban PKL, serta Bagaimana peran dan fungsi Paguyuban PKL sebagai pemadu kepentingan PKL,. Penelitian ini menggunakan tipe deskriptif dengan pendekatan kualitatif. teknik dalam pemilihan informan dengan menggunakan metode purposive sampling, dimana sampel yang dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu dengan sifat-sifat yang dapat diketahui sebelumnya, baik profesi maupun sifat-sifat khusus yang biasa digunakan sebagai cross-check kedalaman data. Proses pengumpulan data dilakukan dengan 2 cara, yakni melakukan wawancara yang mendalam dan koleksi data sekunder. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dan hasil penelitian ini dapat digambarkan bahwa Paguyuban PKL sangat penting keberadaannya sebagai jembatan penghubung antara pemerintah dengan "arus bawah" yang tidak mendapat tempat dalam lingkup formal. PKL binaan menjadi contoh keberhasilan pemerintah mendefinisikan PKL secara positif, namun yang belum terbina, yang terancam aktifitas kesehariannya dalam mencari nafkah, bila terus diabaikan akan menjadi bumerang, bagian cermin kegagalan pemerintah mengatasi permasalahan kota yang kompleks.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis P 09/06 Per p
Uncontrolled Keywords: TRAVELING SALES PERSONNEL
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD2340.8-2346.5 Small and medium-sized businesses, artisans,handicrafts, trades
H Social Sciences > HF Commerce > HF5437-5444 Purchasing. Selling. Sales personnel. Sales executives
H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM711-806 Groups and organizations > HM756-781 Community
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik
Creators:
CreatorsEmail
KHRISNA YUDI PERWITA, 079715461UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorKris Nugroho, Drs., MAUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 06 Jul 2006 12:00
Last Modified: 20 Jun 2017 18:50
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/17138
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item