ANALISIS KINERJA KEUANGAN DAERAH KOTA BATU, JAWA TIMUR DALAM PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH (PERIODE 2004-2008)

Fahrul Rozi, 070517795 (2009) ANALISIS KINERJA KEUANGAN DAERAH KOTA BATU, JAWA TIMUR DALAM PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH (PERIODE 2004-2008). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (526kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Awal tahun 2001 merupakan tonggak bersejarah bagi implementasi otonomi daerah karena per 1 januari 2001, UU No. 22 Th. 1999 tersebut di terapkan sebelum akhirnya diganti dengan UU No. 32 Th. 2004 tentang Pemerintahan Daerah. sejak saat itu bermunculan daerah-daerah baru tentu saja juga memunculkan sejumlah masalah, salah satunya adalah masalah keuangan daerah. Setiap daerah dituntut harus dapat membiayai diri sendiri melalui sumber keuangan yang dikuasainya. Kota Batu sendiri yang berstatus daerah otonomi baru juga mengalami masalah yang sama. Peranan pemerintahan daerah Kota Batu dalam menggali dan mengembangkan berbagai potensi daerah sebagai sumber penerimaan daerah akan sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan otonomi dan menumbuhkan kemandirian daerahnya. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah Bagaimana kinerja keuangan daerah Kota Batu dalam pelaksanaan otonomi daerah (periode 2004-2008) serta Upaya-upaya apa sajakah yang dilakukan pemerintah Kota Batu dalam meningkatkan sumber-sumber Pendapatan Asli Daerahnya. Untuk menjawab permasalahan diatas digunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe peneltian deskriptif. Untuk mengukur kinerja keuangan daerah Kota Batu digunakan alat analisis berupa derajad desentralisasi fiskal, kebutuhan fiskal, kapasitas fiskal, elastisitas PAD dan rasio kemandirian keuangan daerah. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan derajat desentralisasi Kota Batu masih rendah dilihat dari kontribusi PAD terhadap keseluruhan Penerimaan daerah rata-rata mencapai 4,48%, kontribusi Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak terhadap Penerimaan Daerah rata-ratanya sebesar 8,63%, kontribusi PAD terhadap keseluruhan Penerimaan Daerah dan kontribusi Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak terhadap Penerimaan Daerah yang mencapai 13,11% serta kontribusi Sumbangan Daerah terhadap Penerimaan Daerah memiliki rata-rata kontribusi sebesar 76,11%. Kapasitas fiskal yang relative baik yaitu sebesar 28 kali lebih besar jika dibandingkan dengan rata-rata kapasitas fiskal standar Jawa Timur, tetapi kebutuhan fiskalnya yang berada pada posisi 317 kali lebih besar dari rata-rata kebutuhan fiskal standar Jawa Timur menunjukkan gap fiskal sebesar sebesar 289, ini berarti terdapat kesenjangan fiskal yang sangat besar. Dilihat dari Rasio kemandirian, rata-rata tiap periodenya sebesar 6%. Dari hasil tersebut, Kota Batu dapat dikatakan kurang mampu dalam melaksanakan otonomi daerah, tingkat kemandirian yang rendah serta dominannya bantuan dari pusat yang masih memberikan kontribusi yang sangat tinggi. Tetapi pertumbuhan tiap sektor-sektor perekonomian yang dimiliki Kota Batu sangat berpengaruh dalam peningkatan pendapatan daerahnya hal ini ditunjukkan oleh elastisitas PAD terhadap PDRB yang perhitungannya dapat dikatakan elastic. Upaya ekstensifikasi dan intensifikasi yang dilakukan juga sangat mendukung terhadap prospek yang bagus untuk menjadi daerah otonomi yang mandiri.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis.AN 31/10 Roz a
Uncontrolled Keywords: AUTONOMY; REGIONAL FINANCE
Subjects: H Social Sciences > HG Finance
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Administrasi Negara
Creators:
CreatorsEmail
Fahrul Rozi, 070517795UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorRoestoto Hartojo Putro, Drs. , S.U.UNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Marina
Date Deposited: 25 Feb 2011 12:00
Last Modified: 21 Sep 2016 11:54
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/17207
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item