TEKANAN AMERIKA SERIKAT TERHADAP TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL CHINA PADA TAHUN 2002-2006

Aldian Firdianto Prasetya, 070517619 (2009) TEKANAN AMERIKA SERIKAT TERHADAP TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL CHINA PADA TAHUN 2002-2006. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-prasetyaal-16224-fishi5-k.pdf

Download (551kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-prasetyaal-13626-fishi5-t.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini fokus kepada implementasi kebijakan Amerika Serikat yang menekan produk tekstil dan produk tekstil asal China. Permasalahan penelitian eksplanatif dengan analisis kualitatif ini adalah bagaimana upaya Pemerintah Amerika Serikat menekan laju impor TPT (tekstil dan produk tekstil) dari China yang masuk ke pasar Amerika Serikat . Permasalahan tersebut kemudian diteliti dengan menggunakan desain penelitian yang menggunakkan level analisis negara-bangsa. Asumsinya adalah bahwa permasalahan ini merupakan wujud dari kebijakan luar negeri yang berada dalam tatanan negara sebagai institusi yang mempunyai kepentingan.dan yang kedua actor dari permasalahan tersebut adalah pemerintah Amerika serikat dan pemerintah China. Negara merupakan institusi yang mempunyai perilaku dalam hubungan internasional melalui kebijakan luar negerinya. Dengan menggunakkan data dan fakta yang ada penelitian ini dilakukan dalam rentang waktu awal tahun 2002-2006,hal tersebut karena pada rentang waktu itulah Amerika Serikat menekan laju impor Produk TPT dari China secara terus menerus. Kebijakan yang dilakukan AS terhadap China dipicu oleh karena dua faktor, pertama yaitu faktor ekonomi dimana AS terancam dan telah mengalami kerugian cukup besar akibat serbuan TPT China, sehingga harga produk tekstil AS kalah bersaing dengan produk tekstil China yang jauh lebih murah dibandingkan produk tekstil lokal AS. Hal tersebut mengancam keberadaan produsen tekstil lokal AS,dan faktor politik dimana banyak sekali tuntutan dari berbagai kalangan di AS, termasuk para produsen tekstil lokal AS, untuk segera melakukan tindakan-tindakan preventif guna mengatasi persoalan TPT China. Untuk itu selain melakukan proteksi terhadap tekstil asal China pemerintah AS juga menekan China agar merevaluasi mata uangnya. Tindakan-tindakan AS diatas merupakan kebijakan bernuansa ekonomi politik yang ditempuh oleh suatu negara. Hal tersebut didasarkan pada instrumen ekonomi yang dipakai dan unsur politik yang terdapat di dalamnya. Instrumen ekonomi berarti menunjuk pada masalah perdagangan dan persoalan keuangan (moneter), sedangkan unsur politik yang dimaksud adalah kepentingan nasional negara bersangkutan sebagai sebuah bangsa. Penerapan instrumen ekonomi, yaitu kebijakan moneter (revaluasi yuan) dan kuota impor yang dilakukan oleh AS telah melibatkan persoalan kepentingan nasional dari kedua negara pada umumnya serta AS pada khususnya, mengingat permasalahan yang terjadi diantara kedua negara lebih banyak merugikan pihak AS. Secara ekonomi, serbuan TPT China itu membuat AS rugi besar. Industri TPT AS banyak yang harus menutup usahanya karena sudah tidak mampu lagi bersaing dengan harga dengan tekstil dan produk tekstil asal tiongkok. Sejak tahun 1997 sampai bulan desember 2006, jumlah pabrik TPT AS yang gulung tikar telah mencapai 379 perusahaan. Seiring dengan ditutupnya pabrik – pabrik TPT di AS berarti akan banyak sekali tenaga kerja yangb terpaksa diberhentikan dari pekerjaannya. Sebagai gambaran dimulai dari tahun 2002 hingga 2006, jumlah tenaga kerja industri TPT AS sebanyak 286.400 pekerja pada akhirnya menjadi pengangguran karena pabrik tempat mereka bekerja sebelumnya sudah tidak produktif lagi. Selain berdampak terhadap sektor industri manufaktur TPT AS, barang – barang impor China yang membanjiri pasar AS pun telah menyebabkan defisit perdagangan TPT AS dengan tiongkok terus mengalami peningkatan. Diawali pada tahun 2002, diamana defisit perdagangan TPT AS naik sebesar 2,56 miliar dollar AS menjadi 10,8 miliar dollar AS. Pada tahun 2003, nilai defisit perdagangan TPT AS naik lebih tinggi lagi, sebesar 3,2 miliar dollar AS menjadi 14 miliar dollar AS. Peningkatan serupa juga terjadi pada tahun 2004 dengan nilai yang sedikit lebih tinggi, yaitu 3,96 miliar dollar, sehingga total defisit perdagangan TPT AS dengan China menjadi 17,96 miliar dollar AS. Puncaknya terjadi pada tahun 2005 yaitu mencapai 25,66 miliar dollar AS. Melalui tekanan – tekanan, baik itu tekanan moneter maupun tekanan perdagangan diharapkan mampu mengurangi kerugian-kerugian yang dialami AS. , tekanan-tekanan AS juga didorong oleh karena faktor politik, yaitu banyaknya tuntutan-tuntutan politik dari berbagai kalangan di Washington. kalangan industri TPT AS, misalnya terus menekan pemerintahan bush untuk segera melakukan tindakan preventif. Dengan demikian, hipotesis pada penelitian ini terbukti.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS HI 54/10 Pra t
Uncontrolled Keywords: INTERNATIONAL TRADE; GOVERNMENT-POLICY
Subjects: H Social Sciences > HG Finance > HG1-9999 Finance > HG8011-9999 Insurance > HG8751-9295 Life insurance > HG8901-8914 Government policy. State supervision
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsEmail
Aldian Firdianto Prasetya, 070517619UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAjar Triharso, Drs., MSUNSPECIFIED
Depositing User: shiefti dyah alyusi
Date Deposited: 14 Mar 2011 12:00
Last Modified: 08 Sep 2016 04:24
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/17251
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item