INTERVENSI JERMAN DALAM OPEL BID TALKS

Veri Agustina, 070517604 (2009) INTERVENSI JERMAN DALAM OPEL BID TALKS. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-agustinave-16264-fishi6-k.pdf

Download (544kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-agustinave-13647-fishi6-i.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini berjudul “Intervensi Jerman dalam Opel Bid Talks”. Ditengah berkembangnya perdagangan bebas di dunia internasional dan Uni Eropa, Jerman melakukan intervensi terhadap industri otomotifnya. Intervensi tersebut berbentuk pemberian subsidi dan pemaksaan penjualan atas salah satu perusahaan otomotif asing yang beroperasi di negaranya. Perusahaan otomotif tersebut adalah Opel. Perusahaan milik General Motors ini akan dijual oleh induknya sebagai akibat dari kebangkrutan mereka. Pemerintah Jerman memaksa pihak General Motors untuk menjual Opel kepada perusahaan asal Kanada, Magna Internasional. Magna bergabung dengan bank milik pemerintah Rusia, Sberbank, dan perusahaan otomotif Rusia, GAZ. Jika pihak General Motors menjual Opel kepada pihak lain, maka bantuan sebesar 4,5 miliar euro itu tidak akan diberikan. Dengan latar belakang tersebut maka terbentuklah rumusan masalah yang ingin dijawab dalam penelitian ini, yaitu mengapa Jerman melakukan intervensi dalam Opel Bid Talks terhadap penjualan Opel? Analisis rumusan masalah didasarkan pada tiga teori, yaitu teori umum keynes, teori perdagangan strategis, dan teori proteksi. Selain itu, pendekatan sejarah juga digunakan untuk memahami kebijakan intervensi otomotif Jerman sebelum Opel Bid Talks. Dari analisis teori dan data-data, ditemukan bahwa Jerman melakukan intervensi dalam Opel Bid Talks terhadap penjualan Opel berdasarkan tiga alasan. Pertama, dikarenakan oleh telah terjadinya proteksi permanen dalam industri otomotif di Jerman. Kedua, Opel merupakan industry strategis dengan keunggulan penyerapan tenaga kerja, tingginya gaji, dan kepemilikan teknologi. Ketiga, sebagai upaya yang dilakukan pemerintah Jerman untuk menyelamatkan tenaga kerja dari kebijakan restrukturisasi perusahaan selama masa krisis. Topik ini sangat menarik karena dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang, seperti hubungan regional maupun bilateral Jerman. Namun pada penelitian ini, pembahasan lebih difokuskan pada perekonomian dalam negeri Jerman.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS HI 65/10 Agu i
Uncontrolled Keywords: INTERNATIONAL TRADE; GOVERNMENT - POLICY
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3840-4375 Regulation of industry, trade, and commerce. Occupational law > K3941-3974 Trade and commerce
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsEmail
Veri Agustina, 070517604UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorJoko Susanto, SIP. M.ScUNSPECIFIED
Depositing User: shiefti dyah alyusi
Date Deposited: 15 Mar 2011 12:00
Last Modified: 08 Sep 2016 10:24
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/17262
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item