DIPLOMASI SEBAGAI JALAN PENYELESAIAN SILANG SENGKETA KEBUDAYAAN INDONESIA DAN MALAYSIA DALAM KASUS LAGU RASA SAYANGE, REOG PONOROGO, WAYANG KULIT DAN TARI PENDET

Desy Sulistyaningrum, 070517568 (2009) DIPLOMASI SEBAGAI JALAN PENYELESAIAN SILANG SENGKETA KEBUDAYAAN INDONESIA DAN MALAYSIA DALAM KASUS LAGU RASA SAYANGE, REOG PONOROGO, WAYANG KULIT DAN TARI PENDET. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-sulistyani-16296-fishi7-k.pdf

Download (544kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-sulistyani-13692-fishi7-d.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kasus silang sengketa kebudayaan dengan Malaysia ini merupakan permasalahan yang baru bagi permasalahan Indonesia. Kasus ini tergolong unik karena ternyata kebudayaan yang merupakan soft power memiliki pengaruh yang cukup besar bagi suatu negara bangsa. Ada empat kesenian yang menjadi persengketaan antara Indonesia dan Malaysia yaitu, Lagu Rasa Sayange, Reog Ponorogo, Wayang Kulit dan Tari Pendet yang kemudian diartikan sebagai satu kesatuan yaitu kebudayaan. Secara umum silang sengketa ini merupakan permasalahan yang sangat mungkin terjadi karena antara Indonesia dan Malaysia memiliki kedekatan wilayah, ras yang kemudian diperparah dengan adanya era globalisasi yang membuat batasan, ruang dan waktu menjadi abu-abu (kabur). Dalam menanggapi permasalahan ini, di indonesia terdapat reaksi yang beragam. Menurut masyarakat Indonesia, sikap dan tindakan tegas merupakan jalan yang paling baik untuk menyelesaiakan masalah ini. Namun ternyata bagi pemerintah pertimbangan strategis kebijakan luar negeri harus dipertimbangkan juga. Sehingga akhirnya Pemerintah Indonesia mengambil langkah diplomasi sebagai jalan yang paling baik untuk ditempuh. Pertimbangan pemerintah untuk mengambil jalur diplomasi adalah karena adanya Interdepensi antara Indonesia terhadap Malaysia. Selain itu pertimbangan desakan ASEAN untuk menjaga kawasan Asia Tenggara damai dan aman juga menjadi pertimbangan Indonesia. Pertimbangan lain Indonesia dalam mengambil keputusan adalah karena Indonesia ingin mengembalikan image baik di dunia internasional. Hal ini karena sejarah pergeseran pemimpin (tragedi 1998) menciptakan Image yang tidak teralu baik. Selain itu, teroirisme juga ikut mewarnai kondisi Indonesia. Agar kedua kepentingan Indonesia yaitu menyelesaikan permasalahan silang sengketa dengan Malaysia dan juga pemenuhan kebutuhan Indonesia tercapai, maka Indonesia diharapkan lebih tanggap dan juga serius dalam menangani HAKI kebudayaan. Selain itu peningkatan rasa nasionalisme juga merupakan salah satu cara untuk menjembatani permasalahan antara interdependensi dan peluang silang sengketa antara Indonesia dan Malaysia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS HI 70/10 Sul d
Uncontrolled Keywords: INTERNATIONAL RELATIONS; CONFLICT; DIPLOMATION
Subjects: J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations > JZ1305-2060 Scope of international relations. Political theory. Diplomacy
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsEmail
Desy Sulistyaningrum, 070517568UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorVinsensio Dugis, Ph.DUNSPECIFIED
Depositing User: shiefti dyah alyusi
Date Deposited: 15 Mar 2011 12:00
Last Modified: 08 Sep 2016 10:47
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/17267
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item