IDENTIFIKASI JENIS KELAMIN BERDASARKAN CIRI-CIRI DESKRIPTIF RAS PADA TENGKORAK JAWA DAN IRIAN

Rahma Prihatini, 070016356 (2006) IDENTIFIKASI JENIS KELAMIN BERDASARKAN CIRI-CIRI DESKRIPTIF RAS PADA TENGKORAK JAWA DAN IRIAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-prihatinir-1353-fisant-t.pdf

Download (313kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
17346.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Migrasi penduduk dunia telah menyebabkan percampuran antar ras sehingga menimbulkan kesulitan dalam identifikasi karena ciri-ciri ras yang satu dengan ras yang lain dapat sama walapun jenis kelamin mereka berbeda. Hal tersebut menjadi alasan dari penelitian ini yang bertemakan identifikasi jenis kelamin berdasarkan ciri-ciri deskriptif ras pada tengkorak Jawa dan Irian. Untuk mengidentifikasi jenis kelamin digunakan cara non-metrik dengan metode Broca (1875); Acsadi dan Nemeskeri (1970); dan WEA (1980). Jumlah sampel terdiri dari 32 tengkorak Jawa dan 20 tengkorak Irian. Ciri-ciri deskriptif yang diteliti untuk identifikasi jenis kelamin sebanyak 10, sedangkan ciri deskriptif ras yang diteliti untuk identifikasi jenis kelamin sebanyak 12. Hasil penelitian menunjukkan ciri-ciri deskriptif yang dapat digunakan untuk identifikasi jenis kelamin pada sampel Jawa yaitu: temporo-zygomatic process, zygomatic bone dan mastoid process, sedangkan pada sampel Irian yaitu: glabella, superciliary arch, temporo-zygomatic process, mastoid process, supramastoid crest, dan external occipital protuberance. Ciri deskriptif ras yang dapat digunakan untuk identifikasi jenis kelamin pada sampel Irian adalah palatal form tetapi hasilnya meragukan karena jumlah sampel Irian yang sedikit. Sedangkan pada sampel Jawa tidak ditemukan ciri deskriptif ras yang dapat digunakan sebagai identifikasi jenis kelamin. Kesimpulannya, ciri-ciri jenis kelamin yang dapat dijadikan sebagai pembeda ras pada sampel laki-laki dan perempuan Jawa dan Irian adalah glabella, superciliary arch, zygomatic bone, supramastoid crest dan external occipital protuberance. Secara umum ciri jenis kelamin laki-laki pada sampel Irian adalah lebih robus daripada sampel Jawa. Kekhasan karakter sampel Irian diduga disebabkan oleh isolasi geografis dan masalah-masalah sosial budaya. Sedangkan persamaan ciri antara identitas laki-laki sampel Jawa dan Irian yaitu mastoid process, dimana kedua sampel sama-sama very marked (sangat kentara), sedangkan pada identitas perempuan kedua sampel sama-sama menunjukkan ciri small (kecil). Ciri ini bisa menyebabkan kekeliruan dalam identifikasi ras. Karena itu, identifikasi baik jenis kelamin maupun afinitas ras hendaknya memperhatikan keterkaitan antara keduanya. Untungnya, dalam penelitian ini tidak didapati tanda-tanda bahwa ciri deskriptif jenis kelamin pada identitas perempuan Irian yang bisa menyebabkan kesalahan identifikasi sebagai identitas laki-laki Jawa. Hasil penelitian di atas menggunakan cara non-metrik sehingga hasil yang didapat bersifat subyektifitas serta tidak adanya kontrol karena diobservasi oleh satu orang peneliti. Jumlah sampel yang sedikit menyebabkan hasil penelitian tidak dapat digeneralisasikan pada populasi Jawa dan Irian.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis.Ant.08/06 Pri i
Uncontrolled Keywords: SKULL - IDENTIFICATION
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General) > H1-99 Social sciences (General)
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Creators:
CreatorsEmail
Rahma Prihatini, 070016356UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorToetik Koesbardiati, Dr., Dra.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 29 Jun 2006 12:00
Last Modified: 21 Jun 2017 16:39
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/17346
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item