SLAMETAN WULAN SURO : Studi Tentang Perubahan Makna Dalam Tradisi Upacara Slametan Wulan Suro Di Dusun Sumber Nglebeng Desa Kasreman Kec. Kandangan, Kab Kediri Jatim

ANISA FARIDA YUNIARTI, 070216670 (2006) SLAMETAN WULAN SURO : Studi Tentang Perubahan Makna Dalam Tradisi Upacara Slametan Wulan Suro Di Dusun Sumber Nglebeng Desa Kasreman Kec. Kandangan, Kab Kediri Jatim. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
62.9.pdf

Download (244kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
17383.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tradisi slametan wulan Suro merupakan penelitian yang mencoba untuk memperdalam gambaran aktivitas dalam ritual slametan, khususnya yang berkenaan dengan makna simbol yang tercermin dalam ritual slametan wulan Suro. Dimana tradisi slametan wulan Suro ini masih dipertahankan keberadaannya hingga saat ini oleh warga dusun Sumber Nglebeng meskipun telah banyak mengalami perubahan, utamanya pemaknaan akan simbol-simbol yang tercermin dalam ritual slametan tersebut. Dalam penelitian ini mengangkat dua permasalahan pokok, yaitu: (1) perubahan makna simbol apakah yang terdapat dalam ritual slametan wulan Suro tersebut, yang ke (2) mengapa keberadaan tradisi slametan wulan Suro masih tetap bertahan hingga saat ini. Untuk pemilihan informan, peneliti memilih informan dengan cara disengaja (purposive). Metode ini digunakan guna memperoleh data, dimana peneliti memilki pertimbangan-pertimbangan tertentu terhadap informan yang nantinya akan diwawancarai. Sehingga informan dianggap berkompeten terhadap langkah-langkah yang dilakukan peneliti, baik ketika observasi di lapangan, depth interview dan studi kepustakaan serta dokumentasi. Sedangkan analisa data, peneliti menggunakan tekhnik thick description yang dikembangkan oleh Geertz. Dari hasil analisa, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: bahwa Agama merupakan suatu pedoman hidup yang digunakan oleh para penganutnya dalam menginterpretasikan segala tingkah laku serta pandangan terhadap lingkungan sekitarnya. Dari hasil interpretasi ini, para penganut agama akan memperoleh suatu perasaan yang tenang dan aman jika suatu saat menghadapi persoalan tertentu di dalam kehidupannya. Kecenderungan seseorang untuk memperoleh rasa aman dan tenang itulah yang kemudian mendorong seseorang atau individu tersebut untuk melakukan berbagai aktivitas keagamaan sesuai dengan apa yang diyakininya (praktek-praktek keagamaan). Praktek-praktek keagamaan (perilaku spiritual) yang dilakukan oleh para penganut agama, khusus dalam penelitian ini adalah umat Islam, tidak hanya pada apa yang termaktub dalam kitab suci semata, akan tetapi ditunjukkan pula dengan adanya upacara-upacara keagamaan sesuai dengan budaya lokal yang melingkupinya. Seperti halnya masyarakat dusun Sumber Nglebeng yang senantiasa mengadakan slametan sebagai wujud perilaku spiritual dengan tidak meninggalkan esensi mereka sebagai orang Jawa, yang mana dalam kebudayaan Jawa, slametan adalah upacara keagamaan yang paling sering dijumpai, utamanya di daerah pedesaan Jawa. Slametan yang diadakan masyarakat dusun Sumber Nglebeng adalah slametan yang diadakan khusus pada bulan Suro (kalender penanggalan Jawa).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis Ant 39/06 Yun s
Uncontrolled Keywords: SOCIAL CHANGE ; CULTURE
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM831-901 Social change
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Creators:
CreatorsEmail
ANISA FARIDA YUNIARTI, 070216670UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBudi Setiawan, Drs., MAUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 06 Dec 2006 12:00
Last Modified: 21 Jun 2017 20:42
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/17383
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item