GERAKAN PENOLAKAN PEMBANGUNAN PASAR INDUK KEPUTRAN BARU OLEH WARGA KEBRAON SURABAYA

ANDHI MAHLIGAI, 070216662 (2007) GERAKAN PENOLAKAN PEMBANGUNAN PASAR INDUK KEPUTRAN BARU OLEH WARGA KEBRAON SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-mahligaian-4877-fisp02-t.pdf

Download (334kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
17393.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pemerintah Kota Surabaya berencana membangun sebuah pasar induk yang kemudian diberi nama Pasar Induk Keputran Baru di wilayah Kelurahan Kebraon Kecamatan Karang Pilang Surabaya. Akan tetapi dalam proses pembangunannya, Pasar Induk Keputran Baru ini mendapatkan penolakan dari warga Kebraon. Pembangunan pasar ini dikhawatirkan akan mengganggu kenyamanan masyarakat Kebraon. Dari peristiwa penolakan warga Kebraon tersebut, sangat menarik untuk menjadi sebuah topik kajian gerakan sosial massa dalam menentang kebijakan pemerintah. Untuk itu dapat dirumuskan beberapa pokok permasalahan yang terkait dengan gerakan penolakan pembangunan Pasar Induk Keputran Baru oleh warga Kebraon, sebagai berikut. Yang pertama, adalah mengapa warga Kebraon menolak pembangunan Pasar Induk Keputran Baru di daerah sekitar pemukiman mereka. Yang kedua, dalam bentuk apa gerakan penolakan warga dilakukan. Dan yang ketiga, bagaimana dinamika gerakan yang terjadi. Hasil dari penelitian ini dapat digambarkan, yaitu pertama masyarakat menolak kebijakan negara yang bekerjasama dengan swasta tentang pembangunan pasar dikarenakan akibat adanya frustasi dalam masyarakat. ketika dalam suatu masyarakat terjadi suatu kesenjangan antara nilai yang diharapkan dengan nilai kapabilitas untuk menggapai harapan tadi sehingga masyarakat mengalami kekecewaan dan frustasi dan ada alasan pragmatisme kultural yang melandasi alasan penolakan mereka yaitu khawatir jika ekses buruk dari keberadaan pasar akan menggangu kenyamanan wilayah mereka, selain itu alasan ekonomi juga menjadi pijakan masyarakat dalam menolak kebijakan tersebut, masyarakat khawatir jika kebijakan ini akan mematikan usaha atau roda perekonomian mereka. Yang kedua, gerakan penolakan masyarakat dilakukan dalam dua bentuk metode sekaligus yaitu violence action dan non violence action, yang pertama adalah pengerahan massa dalam bentuk demonstrasi dan pemblokiran jalan. Dan yang kedua dalam bentuk diplomasi, di sini masyarakat meminta bantuan kepada pihak-pihak yang dianggap bisa membantu perjuangan mereka. Yang ketiga, dinamika gerakan yang terjadi dalam tahapan institusionalisasi setelah masyarakat mulai melakukan gerakan penolakan akhirnya masyarakat mendapat intimidasi dari orang-orang yang disewa dari pihak swasta, selain itu juga ada perpecahan dari dalam masyarakat sendiri setelah mendapat bujuk rayu dari pihak swasta.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis P.02/07 Mah g
Uncontrolled Keywords: SOCIAL CONFLICT; MARKETS � SOCIAL ASPECTS
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform > HN1-995 Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik
Creators:
CreatorsEmail
ANDHI MAHLIGAI, 070216662UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorWisnu Pramutanto, DRS., M.S.iUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 18 Jun 2007 12:00
Last Modified: 21 Jun 2017 21:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/17393
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item