MULTIKULTURALISME DAN NATION-BUILDING DI AMERIKA SERIKAT DAN KANADA

GUSTI ERNAWATI, 079916041 (2006) MULTIKULTURALISME DAN NATION-BUILDING DI AMERIKA SERIKAT DAN KANADA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ASBTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-ernawatigu-4953-fishi2-t.pdf

Download (310kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
17400.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Keragaman budaya merupakan sebuah realitas masyarakat AS (Amerika Serikat) dan Kanada yang merupakan negara multibangsa sekaligus polietnis. Hal ini membawa tantangan besar bagi terbentuknya sebuah identitas nasional yang inklusif sebagai salah satu hal yang krusial dalam nation-building. Penyeragaman budaya dengan dalih persatuan dan kesatuan bangsa melalui kebijakan asimilasi telah gagal. Pada tahun 1960-an, kondisi ini sempat menimbulkan isu-isu diskriminasi terhadap kaum kulit hitam di Amerika dan separatisme Quebec di Kanada. Multikulturalisme dipilih sebagai upaya alternatif yang memberikan kontribusi positif dalam mendorong peran kelompok minoritas dalam konteks nation- building. Melting pot diidentifikasikan sebagai model multikulturalisme AS sedangkan Kanada melalui mosaic. Melalui penelitian yang bersifat deskriptif ini, penelitian ini menggunakan multikulturalisme sebagai unit analisis, sedangkan unit eksplanasinya adalah nation building AS dan Kanada. Karena itu, peringkat analisis yang digunakan adalah negara¬-bangsa. Penelitian ini menggunakan konsep nation, konsep nation-bulding dan konsep multikulturalisme. Dari kerangka konseptual yang digunakan dan didukung dengan fakta-fakta yang ada, maka dapat disimpulkan multikulturalisme berperan dalam mengelola keragaman budaya dan perbedaan-perbedaan yang timbul. Ditandai dengan disahkannya berbagai varian Undang-Undang Hak Sipil di AS dan berlakunya Undang-Undang Multikulturalisme 1988 secara luas di Kanada sekaligus meredanya tuntutan separatisme Quebec. Dengan demikian, identitas nasional AS dan Kanada tak lagi kaku melainkan lebih fleksibel karena tidak disandarkan pada salah satu jenis budaya. Hal ini memungkinkan semua kelompok budaya untuk mengidentifikasikan dirinya sebagai bagian dalam bangsa Amerika ataupun bangsa Kanada.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis HI.21/07 Ern m
Uncontrolled Keywords: MULTICULTURALISM
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsEmail
GUSTI ERNAWATI, 079916041UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDjoko Sulistyo, Drs., MSUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 19 Jun 2007 12:00
Last Modified: 21 Jun 2017 21:51
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/17400
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item