PERAN SWEDIA SEBAGAI PIHAK KETIGA DALAM KONFLIK ACEH ANTARA PEMERINTAH INDONESIA DENGAN GERAKAN ACEH MERDEKA

WIDHI SUKMANTORO, 070216616 (2007) PERAN SWEDIA SEBAGAI PIHAK KETIGA DALAM KONFLIK ACEH ANTARA PEMERINTAH INDONESIA DENGAN GERAKAN ACEH MERDEKA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-widhisukma-5520-fishi3-t.pdf

Download (315kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
17419.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Perdamaian di Aceh yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian damai antara Pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 15 Agustus 2005 tidak dapat dilepaskan dari peran berbagai pihak yang terlibat didalanmya. Pemerintah Swedia merupakan salah satu elemen yang mempunyai andil dalam proses ini sebagai pihak ketiga dengan peran sebagai katalis. Peran ini muncul sebagai bagian dari proses negosiasi atas keberadaan para pemimpin GAM yang berkewarganegaraan Swedia. Status ini menjadikan proses proses yang berjalan cukup berliku karena didalamnya terjadi tarik-ulur kepentingan yang bertolak-belakang. Dalam konteks ini, fluktuasi hubungan diplomatik antara Indonesia dan Swedia terjadi sebagai akibat dari rumitnya prosedur terkait dengan konstitusi Swedia. Melalui deskripsi interaksi antara Indonesia dan Swedia dalam proses perdamaian di Aceh, ditemukan sejumlah bukti yang menandakan adanya peran dari pihak Swedia dalam proses ini. Dari sejak HDC menjadi mediator hingga diganti oleh CMI, Pemerintah Swedia dalam hal ini memberikan sumber daya tambahan bagi terciptanya perdamaian di Aceh, yaitu dengan memfasilitasi Pemerintah indonesia (secara tidak langsung) dengan memproses para pemimpin GAM yang menjadi warga negaranya. Situasi demikian menciptakan sejumlah peluang bagi kedua belah pihak untuk merumuskan formulasi bagi perdamaian di Aceh. Dengan menggunakan kerangka pemikiran yang digunakan dalam peneltian ini, yaitu model pihak ketiga, maka diperoleh kesimpulan bahwa Pemerintah Swedia merupakan salah satu pihak ketiga yang berperan dalam proses perdamaian di Aceh meskipun tidak secara langsung.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis HI.32/07 Suk p
Uncontrolled Keywords: CONFLICT MANAGEMENT � INDONESIA; INTERNATIONAL LAW; SOCIAL GROUP
Subjects: H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT51-1595 Communities. Classes. Races > Including race as a social group and race relations in general
J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
WIDHI SUKMANTORO, 070216616UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorVinsencio M. A. Dugis, M. A. Ph.DUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 29 Nov 2007 12:00
Last Modified: 02 Jul 2017 17:42
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/17419
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item