REPRESENTASI KEKUASAAN GEREJA KATOLIK ROMA PADA NOVEL THE DA VINCI CODE

RETNO P, 070317017 (2007) REPRESENTASI KEKUASAAN GEREJA KATOLIK ROMA PADA NOVEL THE DA VINCI CODE. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-retnop-5584-fisk32-k.pdf

Download (319kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
17425.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan kekuasaan Gereja Katolik Roma yang direpresentasikan dalam novel The Da Vinci Code (TDVC). Sebagai aktor utama yang turut hadir dalam konteks kesejarahan Kristen, Gereja dianggap berkuasa atas dunia kekristenan. Kekuasaan yang dijalankan olehnya selama ini dipahami sebagai suatu kewenangan dalam peran kelembagaan pada struktur masyarakat. Dimana kekuasaan tersebut terjelaskan dalam konsep yang relasional, bersumber heterogen, dan memiliki implikasi etis atas kehadirannya. Dengan demikian, penelitian ini berusaha mengungkapkan praktik dan pola kekuasaan Gereja Katolik Roma dalam kapasitasnya sebagai institusi keagamaan dan institusi sosial dalam masyarakat majemuk. Melalui metode semiotik dengan kerangka analisis paradigmatiksintagmatik, peneliti berusaha mengungkapkan kekuasaan Gereja Katolik Roma. Yakni dengan memahami praktik dan pola kekuasaan Gereja yang terwujud dalam sikap dan tindakan Gereja di masyarakat, yang digambarkan TDVC. Penelitian ini mengungkapkan bahwa dalam TDVC, Gereja berlaku layaknya elite penguasa. Kewenangan yang dimiliki Gereja sebagai institusi keagamaan yang bertanggungjawab dalam dunia kekristenan, lebih lanjut digunakan sebagai salah satu klaim Gereja kuasa atas dirinya dan umat Kristen di seluruh dunia. Dalam praktik kuasanya, Gereja telah melakukan upaya dominasi ideologis dan represif dalam hubungannya dengan pihak-pihak lain di masyarakat. Praktik-praktik tersebut yang kemudian semakin meneguhkan pola kekuasaan Gereja. Pola kuasa yang berlangsung dalam sistem hierarkhis, secara top-down, turun temurun, dan terlegitimasi. Baik terlegitimasi secara kharisma yakni klaim atas karunia sebagai wakil Tuhan di dunia, maupun terlegitimasi secara tradisional, yang menjelaskan praktik kuasa Gereja yang berjalan terus-menerus dalam kuasa intern-ekstern kelembagaannya. Dengan demikian, praktik dan pola kekuasaan Gereja tersebnut dapatlah dikatakan sebagai konstruksi Gereja untuk meneguhkan posisi dan kedudukannya sebagai elite penguasa.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis K 32/07 Ret r
Uncontrolled Keywords: RELIGIOUS INSTITUTION
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion > BL1225.2-1243.58 Religious Life
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi
Creators:
CreatorsEmail
RETNO P, 070317017UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorYuyun W. I. Surya, S.Sos, M.A.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 07 Dec 2007 12:00
Last Modified: 05 Jul 2017 00:19
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/17425
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item