KESENIAN BEGALAN: Studi Deskriptif Tentang Makna dan Fungsi Kesenian Begalan dalam Proses Perkawinan Pada Masyarakat Banyumas, Jawa Tengah

RR ROESMIATI MOENFA'ATTIN, 070316950 (2008) KESENIAN BEGALAN: Studi Deskriptif Tentang Makna dan Fungsi Kesenian Begalan dalam Proses Perkawinan Pada Masyarakat Banyumas, Jawa Tengah. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
63.9.pdf

Download (173kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
17443.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kesenian Begalan merupakan kesenian tradisional masyarakat Jawa Tengah, khususnya daerah Banyumas. Kesenian Begalan ini hanya dipertunjukkan ketika akan mengadakan upacara pernikahan. Hal ini dikarenakan petuah dari nenek moyang masyarakat Banyumas. Adanya ketentuan tertentu dalam menyelenggarakan kesenian Begalan ini, yaitu ketika akan menikahkan anak perempuan baik anak pertama, kedua, terakhir, maupun satu-satunya didalam keluarga. Kesenian Begalan ini dimainkan oleh dua orang penari laki-laki. Untuk mengetahui makna dan fungsi kesenian Begalan dilakukan oleh penulis berdasarkan interpretasi masyarakat Banyumas. Interprestasi diperoleh dari masyarakat baik yang memahami secara khusus mengenai kesenian Begalan (pelaku seni, pemerhati budaya setempat) maupun bagi mereka yang awam namun memiliki pengetahuan adat istiadat yang baik seperti mereka yang terlibat dalam pelaksanaan kesenian Begalan. Dalam penulisan skripsi ini dibahas secara deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif Dimana penulis berusaha untuk menggambarkan makna simbolik dan fungsi dari kesenian Begalan. Dalam proses penyelesaian skripsi ini data diperoleh dengan menggunakan metode wawancara, pengamatan lapangan, dokumentasi dan data sekunder berupa monografi desa. Sedangkan analisa data yang digunakan adalah analisa kualitatif. Dari hasil turun lapangan, kesenian begalan ini masih digunakan oleh masyarakat Banyumas, baik yang berada di wilayah Banyumas, maupun luar kota Banyumas. Kesenian ini dilaksanakan ketika acara pernikahan yang dipercaya dapat membuang bajang sawan yang mengganggu jalannya upacara pernikahan maupun kehidupan setelah berrumah tangga. Didalam kesenian Begalan terdapat simbol¬-simbol yang memiliki makna yang terdapat dalam peralatan rumah tangga yang disebut brenong kepang, tindakan saat pembacaan doa selamat, memecah kendil dan ketika memperebutkan brenong kepang. Terdapat juga dialog yang berisikan nasihat untuk kedua mempelai. Dan terdapat fungsi tersendiri bagi masyarakat Banyumas

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis Ant.02/08 Moe k
Uncontrolled Keywords: MARRIAGE; JAVANESE ART � MUSIC
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K7000-7720 Private international law. Conflict of laws > K7120-7197 Persons > K7155-7197 Domestic relations. Family law > K7157-7179 Marriage. Husband and wife
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Creators:
CreatorsEmail
RR ROESMIATI MOENFA'ATTIN, 070316950UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorPudjio Santoso, Drs.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 23 May 2008 12:00
Last Modified: 02 Jul 2017 21:14
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/17443
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item