FAKTOR SOSIAL BUDAYA, EKONOMI DAN PENDIDIKAN YANG MENDORONG TERJADINYA BUTA AKSARA : Studi Deskriptif Pada Masyarakat Di Desa Banyusangka Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan

ZAKIYATIL FAHIROH, 070316942 (2008) FAKTOR SOSIAL BUDAYA, EKONOMI DAN PENDIDIKAN YANG MENDORONG TERJADINYA BUTA AKSARA : Studi Deskriptif Pada Masyarakat Di Desa Banyusangka Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
64.3.pdf

Download (260kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
17447.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pembicaraan mengenai masalah buta aksara sesuatu hal yang menarik. Dapat di- katakan bahwa buta aksara bagi kita sudah menjadi masalah sosial, yang sampai saat ini belum dapat sepenuhnya diatasi secara tuntas. Pengertian buta aksara/buta huruf mempunyai arti yang khusus dan terbatas pada suatu masa tertentu. Buta aksara disini mempunyai pengertian tidak bisa membaca dan menulis. Buta aksara bisa terjadi pada semua lapisan masyarakat dan hampir di semua wilayah Indonesia tidak ada daerah yang babas buta aksara. Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian adalah: faktor-faktor apa sajakah yang mendorong terjadinya buta aksara pada masyarakat di Desa Banyusangka Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan?. Penelitian mengambil lokasi pada masyarakat di Desa Banyusangka Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan. Alasan peneliti memilih lokasi tersebut karena sebagian besar penduduk yang bekerja sebagai nelayan dan blijjeh/pedagang ikan mengalami buta aksara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah pengambilan sampling menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan metode tabel frekuensi untuk mengungkapkan variabel-variabel yang akan diteliti. Penelitian ini menggunakan data primer berupa kuisioner yang sifatnya tertutup dan semi terbuka. Kuisioner tersebut akan di bacakan kepada responden dalam bahasa Madura. Peneliti juga memanfaatkan data sekunder berupa wawancara mendalam (in-depth interview) untuk mempertajam analisisnya. Dalam penelitian ini, faktor-faktor yang mendorong terjadinya buta aksara adalah faktor sosial budaya, faktor ekonomi dan faktor pendidikan (yang meliputi sekolah, guru, pendidikan keluarga, dan ketersediaan informasi/perpustakaan). Mayoritas responden dalam penelitian ini menyatakan bahwa faktor sosial yang mendorong terjadinya buta aksara. Untuk mencegah semakin berkembangnya buta aksara pada masyarakat, terutama masyarakat pedesaan maka diharapkan pemerintah untuk meninjau kembali sosialisasi program-program belajar seperti Kejar Paket A (secara SD) dengan 3 kelompok belajar, Paket B (SLTP) 29 kelompok dan C (SMU) 18 kelompok pada masyarakat pedesaan. Diperlukan metode-metode pendekatan baru pada masyarakat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis IIP.02/08 Fah f
Uncontrolled Keywords: SOCIAL CHANGE; CULTURE
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM831-901 Social change
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Informasi dan Perpustakaan
Creators:
CreatorsEmail
ZAKIYATIL FAHIROH, 070316942UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTri Susantari, Dra., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 04 Jun 2008 12:00
Last Modified: 02 Jul 2017 21:23
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/17447
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item