CREDIT CARD FRAUD (CARDING) DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERDAGANGAN LUAR NEGERI INDONESIA

MEHDA ZURAIDA, 070710570 (2015) CREDIT CARD FRAUD (CARDING) DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERDAGANGAN LUAR NEGERI INDONESIA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (FULL TEXT)
Binder1zuraidahmeh.pdf
Restricted to Registered users only

Download (906kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-zuraidameh-36199-9.abstr-k.pdf

Download (240kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Carding merupakan dampak negatif adanya kegiatan e-commerce, yang muncul sejalan dengan perkembangan zaman, kemajuan internet dan teknologi informasi menjadikan negara-negara diseluruh dunia seolah tanpa batas (borderless). Oleh karenanya, carding bukan hanya masalah nasional tapi juga masalah internasional. Aktivitas kejahatan kartu kredit (carding) telah merusak tingkat trust transaksi internet, khususnya bagi produsen. Akibatnya, hingga saat ini nyaris semua para pengguna situs lelang kenamaan eBay.com sangat “takut” apabila bertransaksi dengan seseorang yang meminta pengiriman barangnya ditujukan ke suatu alamat di Indonesia. Bagi mereka, alamat di Indonesia sudah masuk dalam catatan black-list mereka. Citra Indonesia diperparah dengan banyak korban dari luar negeri dalam kasus carding yang dilakukan warga Indonesia. Beberapa kasus-kasus kejahatan carding yang dilakukan oleh warga negara Indonesia ini sangat mecoreng nama baik Indonesia apalagi para korbannya adalah warga-warga asing. Indonesia berkali-kali kena embargo, dan yang diembargo adalah nomor Internet Protocol (IP) Indonesia, kartu kredit Indonesia dan alamat Indonesia. Aksi embargo tersebut merupakan sebuah aksi “collective punishment” yang dilakukan oleh komunitas Internet dunia, lantaran Indonesia nyata-nyata sebagai salah satu negara terbesar asal pelaku carding (pembeli barang di Internet menggunakan kartu kredit bajakan). Embargo tersebut berdampak langsung pada setiap transaksi e-commerce yang berasal dari Indonesia, menggunakan kartu kredit Indonesia atau alamat pengiriman yang ditujukan ke Indonesia. Pemerintah Indonesia perlu proaktif untuk menyusun langkah untuk mengatasi permasalahan carding ini, dan melakukan kampanye dan lobi internasional guna memulihkan nama baik bangsa dan kepercayaan dunia terhadap industri e-commerce di Indonesia, sehingga meluasnya pemblokir IP Indonesia dapat dicegah dan kalau perlu justru dikurangi, serta melakukan verifikasi atas segala temuan dari institusi dalam dan luar negeri yang memposisikan Indonesia pada status yang memprihatinkan dan memalukan dalam industri dan bisnis berbasis TI. Karena, bila kondisi yang tengah dihadapi saat ini terus berlanjut, seperti pada tahun-tahun sebelumnya, maka citra dan nama baik Indonesia akan semakin terpuruk di mata dunia. Hal tersebut akan berakibat fatal, yaitu secara umum akan beresiko dikucilkannya Indonesia dalam dunia industri internet global, dan secara khusus akan berakibat pada semakin sulitnya masyarakat Indonesia untuk melakukan transaksi e-commerce, UKM Indonesia akan mengalami potential lost yang sangat bersar karena tidak mampu mencicipi porsi kue transaksi bisnis e-commerce global, serta kemungkinan yang terburuk adalah enggannya para investor asing untuk bermitra dengan pengusaha e-commerce Indonesia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis HI. 05/15 Zur c
Uncontrolled Keywords: CARDING; INTERNATIONAL TRADE
Subjects: H Social Sciences > HG Finance > HG3810-4000 Foreign exchange. International finance. International monetary system
J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsEmail
MEHDA ZURAIDA, 070710570UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAjar Triharso, -UNSPECIFIED
Depositing User: Tn Yusuf Jailani
Date Deposited: 05 Mar 2015 12:00
Last Modified: 04 Oct 2016 01:14
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/17616
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item