RENDAHNYA EFEKTIVITAS EKOTURISME SEBAGAI SOLUSI THAILAND TERHADAP MASALAH PENGUNGSI ETNIS KAREN

LALU ABDUL FATAH, 070710428 (2015) RENDAHNYA EFEKTIVITAS EKOTURISME SEBAGAI SOLUSI THAILAND TERHADAP MASALAH PENGUNGSI ETNIS KAREN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (FULL TEXT)
Binder1fatahlalua.pdf
Restricted to Registered users only

Download (599kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-fatahlalua-36542-10.abst-k.pdf

Download (83kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kondisi di Myanmar yang tidak stabil karena ada sengketa antara militer dengan pemberontak Karen, menyebabkan banyak orang Karen yang mengungsi ke Thailand pada akhir 1980-an dan awal 1990-an. Thailand yang dituju karena memang berbatasan langsung dengan Myanmar bagian timur di mana sengketa tersebut berlangsung. Para pengungsi ditampung di kamp-kamp pengungsian sementara yang terletak sepanjang perbatasan. Thailand memang bersedia menjadi tuan rumah karena memang menjadi anggota United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR). Namun, hingga saat ini, Thailand belum juga menandatangani Konvensi 1951 Jenewa atau Protokol 1967 tentang kepengungsian. Selain itu, Thailand belum memiliki undang-undang yang mengatur keberadaan pengungsi. Hal ini membuat para pengungsi rentan terhadap perlakuan yang tidak baik, semisal: penangkapan, penahanan, deportasi, eksploitasi, dan hak-hak mereka tak terpenuhi. Thailand sejak akhir 1990-an memang mengembangkan ekoturisme sebagai salah satu upaya untuk mengatasi masalah ekonomi pengungsi Karen. Namun, ternyata efektivitas ekoturisme ini rendah. Maka dari itu, peneliti mengajukan rumusan masalah: mengapa ekoturisme sebagai salah satu cara untuk mengatasi masalah ekonomi pengungsi Karen memiliki efektivitas rendah? Dengan menggunakan metode analisis eksplanatif kualitatif, dengan menggunakan konsep inefektivitas politis dan inefektivitas ekonomis serta teori issue-linkage, peneliti menemukan bahwa rendahnya efektivitas ekoturisme semata-mata bukan disebabkan oleh inefektivitas politis, tapi oleh inefektivitas ekonomis. Inefektivitas politis maksudnya lebih pada tarik-ulur kepentingan selama proses pembuatan kebijakan. Artinya, pada tahapan desain kebijakan. Sementara, inefektivitas ekonomis dimaksudkan sebagai tahap impelementasi, hal yang bersifat praktis dan teknis. Peneliti menemukan bahwa kebijakan ekoturisme Thailand pada pengungsi Karen memiliki desain yang matang dengan tujuan tidak hanya untuk menguntungkan pemerintah, tapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan memberi kontribusi ekonomi bagi masyarakat setempat. Namun, pada implementasinya tidak demikian. Masyarakat justru mengalami eksploitasi tak ubahnya ‘kebun binatang’ manusia (human zoo). Mereka juga tidak bisa mandiri mengembangkan keterampilan di luar kamp pengungsian. Penghasilan yang mereka peroleh karena menjalankan ekoturisme pun sedikit jika dibandingkan dengan perolehan para pengusaha tur perjalanan yang memanfaatkan mereka. Intinya, secara kebijakan baik, namun implementasinya tidak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis HI. 27/15 Fat r
Uncontrolled Keywords: ECOTOURISM
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G154.9-155.8 Travel and state. Tourism
J Political Science > JZ International relations
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
LALU ABDUL FATAH, 070710428UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorJoko Susanto, S.IP.,M.ScUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Yusuf Jailani
Date Deposited: 16 Mar 2015 12:00
Last Modified: 03 Oct 2016 02:18
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/17653
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item