EVALUASI PERAN AUDITOR INTERN DALAM MENILAI RISIKO BISNIS PERBANKAN DI BPR SYARIAH : Studi kasus pada BPRS Baktimakmur Indah dan BPRS Baktisumekar

Habiburrochman, 090310598 L (2009) EVALUASI PERAN AUDITOR INTERN DALAM MENILAI RISIKO BISNIS PERBANKAN DI BPR SYARIAH : Studi kasus pada BPRS Baktimakmur Indah dan BPRS Baktisumekar. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2009-habiburroc-9102-tea220-r.pdf

Download (131kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s2-2009-habiburroc-9102-tea220-r.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Implikasi dari keingman masyarakat untuk bertransaksi secara syariah menimbulkan berbagai jenis dan bentuk lembaga keuangan. Salah satu lembaga keuangan syariah adalah Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Konsep utama dari lembaga keuangan syariah adalah landasan aturan dan operasionalnya atas dasar syariah Islam. Sebagai lembaga keuangan yang relatif baru, maka penanganan atas risiko bank harus menjadi perhatian manajemen dan semua pihak yang berhubungan dengan bank. Dalam hal ini, peranan auditor intern diperlukan untuk memberikan jaminan yang memadai mengenai risiko dalam pelaksanaan operasi bank. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan gambaran tentang peranan auditor intern di BPR Syariah. Kondisi yang menarik dari kasus ini adalah adanya posisi yang berbeda dari auditor intern yaitu di bawah direksi dan di bawah komisaris. Selain itu, perkembangan dalam audit intern yang lebih mengarah pada preventive audit dibandingkan currative audit melalui pemahaman dan penerapan risk management dalam audit. Dari kedua kondisi tersebut menarik untuk menilik lebih jauh peranan auditor intern dalam meminimalkan risiko bisnis di dunia perbankan khususnya BPR Syariah. Jenis penelitian ini adalah penelitian penjelasan (explanatory research) yang menjelaskan fenomena yang terjadi dalam perusahaan yang dijadikan objek penelitian. Penelitian ini dilakukan di dua BPRS yaitu Baktimakmur Indah Sidoarjo (BMI) dan Bakti Sumekar, Sumenep (BS). Berdasarkan hasil penelitian memperlihatkan bahwa peranan auditor intern sesuai dengan luas deskripsi kerja yang telah ditentukan. Auditor intern di BS di fokuskan pada risiko operasional. Auditor intern melakukan verifikasi dokumen transaksi meliputi pengecekan kebenaran, ketelitian perhitungan, kesahihan, pembukuan, kelengkapan tanda tangan dan pendukung dokumen lainnya. Pola ini seringkali menimbulkan anggapan bahwa auditor intern tugasnya mencari-cari kesalahan orang. Auditor intern di BMI mempunyai deskripsi kerja yang lebih luas yaitu meliputi seluruh fungsi dalam bank. Auditor intern dalam melaksanakan tugasnya, wajib melaporkan secara reguler hasil temuan auditnya. Mengingat auditor intern secara organisatoris tanggung jawabnya berada di bawah komisaris walaupun secara kedudukan berada di bawah direksi, maka dalam memberikan laporan temuan audit ditujukan baik pada direksi maupun komisaris. Laporan auditor intern yang sifatnya teknis langsung ditindaklanjuti oleh direksi, sedangkan suatu temuan yang sifatnya strategis, biasanya komisaris meminta direks untuk membahasnya. Pola ini menjadikan auditor intern sebagai sarana menjamin dan memberikan masukan bagi manajemen dan komisaris. Kesan yang muncul pada akhirnya adalah auditor intern mencari atau menemukan suatu kesalahan dalam rangka menemukan solusi yang terbaik. Kondisi ini menimbulkan suatu kondisi check and balance di antara direksi dan komisaris. Kondisi check and balance di antara direksi dan komisaris inilah yang menempatkan laporan auditor intern lebih bermakna. Posisi auditor intern hanyalah sebagai staf fungsional bukan eksekutor dan pengambil keputusan dari tindak lanjut temuan audit. Sehingga bila laporan audit hanya pada direksi saja, maka segala laporan temuan, teguran maupun masukan, kesemuanya berakhir di direksi. Sedangkan dalam kondisi check and balance, komisaris bisa menanyakan sejauhmana temuan audit ditindaklanjuti oleh direksi. Direksi dalam hal ini akan berusaha untuk selalu memantau dan menindaklanjuti temuan audit agar saat ditanyakan oleh komisaris dapat memberikan gambaran yang detil dan lengkap. Sehingga tujuan untuk meminimalisasi risiko bisnis di bank dapat terpantau terus

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD61 Risk Management
H Social Sciences > HF Commerce > HF5001-6182 Business
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Magister Akuntansi
09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Akuntansi
Creators:
CreatorsEmail
Habiburrochman, 090310598 LUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorM. SUYUNUS, Drs., MAFIS, AkUNSPECIFIED
ContributorBASUKI, Drs., M.Com,(Hons).,Ph.D.,AkUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Luluk Lusiana
Date Deposited: 17 Feb 2009 12:00
Last Modified: 06 Jun 2017 22:03
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/177
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item