PENGUNGKAPAN INFORMASI PRIVAT TENTANG IDENTITAS SEKSUAL SEORANG GAY KEPADA ORANG LAIN

Mytha Eliva Veritasia, 071115034 (2015) PENGUNGKAPAN INFORMASI PRIVAT TENTANG IDENTITAS SEKSUAL SEORANG GAY KEPADA ORANG LAIN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (FULL TEXT)
Binder1veritasiam.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-veritasiam-38718-6.abstr-k.pdf

Download (96kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini berfokus pada komunikasi antarpersona yang mengkaji tentang pengungkapan informasi privat mengenai identitas seksual yang dilakukan oleh seorang gay kepada orang lain. Masyarakat Indonesia yang mayoritas menganut nilai-nilai heteronormatif membuat gay kerap menerima stigma negatif yang berujung pada diskriminasi, baik secara personal maupun sosial. Homoseksual selalu dianggap sebagai tindakan abnormal, gangguan mental, bahkan kelainan perilaku seksual yang tidak dapat diterima secara moral. Abnormalisasi tersebut merupakan hasil dari reproduksi wacana seksualitas yang berkembang di masyarakat, baik dalam ajaran agama maupun konstruksi media massa. Adanya ekspektasi kecocokan antara seks dan peran gender menjadi alasan mengapa homoseks dianggap menyimpang. Untuk menghindari penolakan dan diskriminasi tersebut, menjadi penting bagi gay untuk memiliki strategi dalam mengungkapkan identitasnya kepada orang lain. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Communication Privacy Management (CPM) dan dialektika hubungan dalam komunikasi antar budaya. Kedua teori tersebut menjelaskan terjadinya kontradiksi antara menjadi terbuka atau tertutup, serta mengupas tentang pertimbangan-pertimbangan gay dalam mengungkapkan informasi privatnya. Penelitian ini merupakan studi fenomenologi dengan pendekatan kualitatif yang menggunakan metode studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam (indepth interview) dengan tujuan untuk mengeksplor informasi secara mendalam. Penelitian ini menemukan keunikan strategi komunikasi yang dilakukan gay dalam mengungkapkan identitas seksualnya. Pengungkapan pertama dilakukan kepada teman, dan bukan pada keluarga. Keluarga dipandang memiliki resiko penolakan yang lebih besar daripada teman. Kondisi latar belakang keluarga apapun membuat gay merasa khawatir akan tidak adanya pengakuan. Hal ini disebabkan oleh fungsi keluarga sebagai pusat afeksi atau kasih sayang dan rasa aman yang tidak dimiliki oleh institusi lain. Selain itu, dalam pengungkapan kepada temannya, gay, baik dengan peran top (maskulin) maupun bottom (feminin) lebih memilih teman perempuan daripada laki-laki karena perempuan dengan femininitasnya dirasa lebih suportif secara emosional. Proses coming out gay dilakukan secara bertahap dan dipengaruhi oleh reaksi pertama yang diterimanya. Reaksi berupa penerimaan dari orang terdekat menentukan keterbukaan gay selanjutnya kepada orang lain. Translation: This research is focused on an interpersonal communication which discusses about the revelation of private information concerning to sexual identity done by gay to others. Indonesian people whose majority adheres to heteronormativity values cause a negative stigma to gay that leads to discrimination, both personally or socially. Homosexual is always deemed as an abnormal act, mental disorder, even sexual deviation which is morally unacceptable. Abnormalisation is the result of the reproduction of sexuality discourse among society, either in a religion base or through the construction of mass media. People’s expectation in matching sex and gender becomes the primary reason of the judgment. To prevent any rejections and discriminations, it becomes significant for gays to have some strategies to reveal their identity to others. The theory used in this research is Communication Privacy Management (CPM) and relational dialectics in a cross culture communication. Both theories mentioned explains the contradictions between open and closed, and dismantles the considerations made before gays reveal their private information. This study is a phenomenological base using qualitative approach and indepth interview method which is designed to explore the given datas. This research discovers the variety of communication strategy used by gays in proclaiming their sexual identity. Gays would prefer to primarily disclose it to their close friends to family. Family from distinctive backgrounds is seen to have more risks than peers, specifically in terms of acceptance. The main reason is because family has a function of affection and security which is not owned by another institution. Besides, either top (masculine) or bottom (feminine) gays prefer female friends to male because females with their femininity are considered to be more emotionally supportive. The process of coming out is done by stages in regard of the first reaction received by gays. The acceptance from the proximate ones will lead to the next revelations.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis K 71/15 Ver p
Uncontrolled Keywords: GAY; GENDER IDENTITY
Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV697-4959 Protection, assistance and relief > HV697-3024 Special classes > HV1449 Gay men. Lesbians
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi
Creators:
CreatorsEmail
Mytha Eliva Veritasia, 071115034UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorNisa Kurnia Illahiati, S.Sos.,M.Med-KomUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Yusuf Jailani
Date Deposited: 27 Oct 2015 12:00
Last Modified: 04 Oct 2016 08:10
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/17729
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item