PENERIMAAN KOMUNITAS PECINTA KOREA DI SURABAYA TERHADAP SENSUALITAS PEREMPUAN DALAM VIDEO KLIP GENTLEMAN DAN FEMALE PRESIDENT

LONITA DEWANTI, 071015107 (2015) PENERIMAAN KOMUNITAS PECINTA KOREA DI SURABAYA TERHADAP SENSUALITAS PEREMPUAN DALAM VIDEO KLIP GENTLEMAN DAN FEMALE PRESIDENT. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-dewantilon-38723-7.abstr-k.pdf

Download (244kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini berfokus pada penerimaan komunitas pecinta Korea di Surabaya terhadap sensualitas perempuan dalam video klip Gentleman dan Female President. Kedua video klip ini menarik untuk diteliti karena menuai kontroversi di dunia maya sejak peluncurannya karena terkait isu sensualitas perempuan. Selama ini, sensualitas perempuan dianggap sebagai komoditas yang memiliki selling point bagi penjualan produk apa pun, termasuk video klip. Padahal sensualitas merupakan isu yang sensitif untuk diperbincangkan secara terbuka di tengah masyarakat Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika, karena memiliki kaitan erat dengan masalah pornografi dan pornoaksi yang bertentangan dengan agama, budaya, seni, dan adat. Peneliti menggunakan metode reception analysis dengan bantuan encoding-decoding oleh Stuart Hall. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan 8 orang informan dari komunitas pecinta Korea yang berbeda di Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam memandang sensualitas perempuan, informan mendefinisikan sensualitas perempuan, sebagai sesuatu yang relatif, bergantung mindset masing-masing individu. Tidak hanya itu, sensualitas perempuan dipandang sebagai daya tarik dalam dunia showbiz. Bahkan dalam perspektif informan, sensualitas perempuan juga dijadikan sebuah ciri khas yang diusung oleh beberapa idol group dalam video klip. Dalam proses decoding, informan ada dalam posisi yang berbeda dan ada pula yang sama, yaitu dominant-hegemonic, negotiated, dan oppositional. Informan yang belum terlalu lama bergabung dalam suatu komunitas pecinta Korea, cenderung berada pada posisi negotiated dan oppositional. Sedangkan informan yang telah lama bergabung dalam komunitas pecinta Korea, cenderung berada pada posisi dominant-hegemonic.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis K 76/15 Dew p
Uncontrolled Keywords: WOMEN IN MOTION PICTURES
Subjects: K Law
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
LONITA DEWANTI, 071015107UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorRendy Pahrun Wadipalapa, S.Ikom., M.A.UNSPECIFIED
Depositing User: Ani Sistarina
Date Deposited: 27 Oct 2015 12:00
Last Modified: 05 Aug 2016 03:32
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/17734
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item