KEPENTINGAN REPUBLIK RAKYAT CINA BERGABUNG DALAM WTO (PENERIMAAN STANDAR LINGKUNGAN DALAM KEBIJAKAN EKONOMI RRC)

Robertus Yanuar P., 070016377 (2006) KEPENTINGAN REPUBLIK RAKYAT CINA BERGABUNG DALAM WTO (PENERIMAAN STANDAR LINGKUNGAN DALAM KEBIJAKAN EKONOMI RRC). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-robertusya-1472-kkbkk-2-k.pdf

Download (298kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
17768.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Ketika kita melihat RRC dewasa ini, akan tampak suatu negara yang perkembangan ekonominya tumbuh pesat dan luar biasa. Program reformasi ekonomi RRC yang dimulai dua dekade lalu telah menunjukkan hasil yang signifikan. Namun disamping sisi positif yang mengagumkan itu, ternyata pertumbuhan yang pesat di RRC memberikan efek negatif terhadap lingkungan yang cukup mengkhawatirkan, yaitu makin parahnya pencemaran. Di sisi lain akibat pertumbuhan ekonomi yang pesat dan berhasilnya industrialisasi, ada kepentingan dari pemerintah RRC untuk menjadi anggota WTO. Meski prosesnya panjang dan sulit tetapi RRC sudah bertekad untuk memasuki WTO. Penelitian ini menjelaskan kepentingan apa yang mendasari Cina untuk menjadi anggota WTO. Karena dalam memasuki WTO sendiri ada konsekuensi-konsekuensi yang harus dijalankan oleh RRC. Salah satunya adalah standar lingkungan yang diterapkan di WTO, dimana penanganan lingkungan di Cina belum teratur. Penelitian ini lebih memfokuskan untuk menjawab pertanyaan mengapa RRC bersedia menerima standar lingkungan sebagai syarat keanggotaan WTO. Kerangka teori penelitian ini adalah; konsep kepentingan nasional, organisasi internasional, teori rezim internasional, teori globalisasi, teori interdependensi dan konsep sustainable development. Untuk melihat kepentingan nasional RRC dalam hubungannya dengan WTO, WTO dilihat sebagai organisasi internasional yang bertindak sebagai rezim. Yang mendorong struktur industri di RRC menjadi sustainable development. Disebutkan bahwa kepentingan RRC untuk memasuki WTO dilihat dalam pertumbuhan ekspor dari tahun 1992 – 2002 yang makin meningkat. Sehingga hipotesisnya adalah kepentingan RRC bergabung dalam WTO adalah untuk perluasan ekspor. Jika RRC ingin produknya laku di pasar internasional, RRC harus memperhatikan aspek-aspek industrialisasi yang ramah lingkungan. Dengan melihat data-data yang ada, hipotesis yang diutarakan itu bisa diuji kebenarannya. Dan juga bisa di analisa bagaimana dan apakah kepentingan RRC untuk memasuki kerangka keanggotaan WTO.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis HI 36/06 Rob k
Uncontrolled Keywords: INTERNATIONAL RELATIONS; ECONOMIC POLICY
Subjects: J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations > JZ1305-2060 Scope of international relations. Political theory. Diplomacy > JZ1464-2060 Scope of international relations with regard to countries, territories, regions, etc.
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsEmail
Robertus Yanuar P., 070016377UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAjar Triharso, Drs., MAUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 19 Jul 2006 12:00
Last Modified: 04 Jul 2017 18:53
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/17768
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item