PERUBAHAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI ISRAEL MASA PEMERINTAHAN ARIEL SHARON DALAM INTIFADA KEDUA

ATINA IZZA, 071012108 (2014) PERUBAHAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI ISRAEL MASA PEMERINTAHAN ARIEL SHARON DALAM INTIFADA KEDUA. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2014-izzaatina-34180-10.abst-k.pdf

Download (658kB) | Preview
[img]
Preview
Text
FULLTEXT.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Konflik Israel – Palestina adalah salah satu hasil dari Perang Dunia I dan masih berlanjut hingga saat ini. Intifada Kedua atau yang dikenal juga dengan Intifada Al-Aqsa adalah salah satu dari sekian pergolakan yang terjadi diantara Israel – Palestina. Kunjungan kontroversial Ariel Sharon pada 28 September 2000 ke Temple Mount dimana Masjid Al-Aqsa juga berlokasi, menjadi pemicu utama dalam menyulut kemarahan masyarakat Palestina yang kemudian berujung pada Intifada Kedua. Kondisi keamanan Israel yang rentan akan gerakan-gerakan Intifada yang diluncurkan kepada Israel, Ariel Sharon, seorang militer garis keras dengan mudah memenangkan pemilihan umum sebagai Perdana Menteri pada Februari 2001. Di awal pemerintahannya untuk meningkatkan keamanan Israel pada Intifada kedua ini ia menerapkan Operation Defensive Shield yang pada kenyataannya mengarah pada operasi penyerangan, ditandai dengan diaplikasikannya Targeted Killing Policy dalam memberantas terorisme. Menjadi sangat kontradiktif di akhir kepemerintahannya, Perdana Menteri Ariel Sharon yang dikenal sebagai ketua Partai Likud, partai konservatif yang menekankan pemeliharaan kekuasaan Jewish terhadap Eretz Yisrael (the whole Land of Israel), mengeluarkan kebijakan Disengagement Plan, kebijakan penarikan senjata dan tentara Israel serta menarik 8000 lebih pemukim Israel dari West Bank dan Gaza secara unilateral dalam menanggapi hubungan yang statis pada Intifada Kedua. Perubahan kebijakan luar negeri Ariel Sharon menjadi sangat kontroversial terlebih lagi dengan latar belakang Ariel Sharon yang dikenal sebagai Daddy of the Settlement dan orang yang paling bertanggung jawab pada peristiwa genosida warga Palestina di Lebanon tahun 1981. Penelitian ini kemudian berusaha menjawab mengapa terjadi perubahan dalam kebijakan luar negeri Ariel Sharon pada Intifada Kedua.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2. Fis. HI. 45-14 Izz p
Uncontrolled Keywords: INTERNATIONAL RELATIONS
Subjects: J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations > JZ1305-2060 Scope of international relations. Political theory. Diplomacy > JZ1464-2060 Scope of international relations with regard to countries, territories, regions, etc.
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsEmail
ATINA IZZA, 071012108UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorM. Muttaqien, Ph. DUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 05 Dec 2014 12:00
Last Modified: 25 Oct 2016 21:37
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/17865
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item