EVALUASI PENYEBAB TERJADINYA DEFECT PADA HASIL PRODUKSI BAJU KOKO DI UD SANDANG MURAH MALANG DENGAN METODE BASIC SEVEN TOOLS

RIFKI DZAKI FANANI, 040810187 (2013) EVALUASI PENYEBAB TERJADINYA DEFECT PADA HASIL PRODUKSI BAJU KOKO DI UD SANDANG MURAH MALANG DENGAN METODE BASIC SEVEN TOOLS. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2013-fananirifk-26544-5.abstr-i.pdf

Download (335kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pada perusahaan garmen, pengendalian kualitas memiliki peran yang penting di dalam perusahaan. Untuk memenuhi kepuasan pelanggan, perusahaan harus memproduksi barang yang memiliki mutu yang baik. Pengendalian kualitas ini pada dasarnya untuk meminimalisir tingkat defect yang berdampak pada biaya produksi yang meningkat. Penilitan ini bertujuan untuk mengidentifikasi beberapa masalah defect dengan menggunakan metode Basic Seven Tools yang meliputi flowchart, check sheet, histogram, scatter plot, control chart, fish bone, dan diagram pareto pada perusahaan baju koko UD Sandang Murah kota Malang untuk memberikan usulan perbaikan atas beberapa masalah yang terjadi di perusahaan tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Kualitatif Deskriptif, yaitu menjelaskan mengenai fenomena apa yang terjadi pada objek penelitian. Dengan menggunakan metode Basic Seven Tools hasil yang didapatkan adalah terdapat enam defect yang muncul, yaitu bordiran yang tidak lurus, kain kotor, penempatan saku yang tidak sesuai, bagian kanan kiri yang tidak sesuai, kesalahan memasukkan ukuran box, dan kancing rusak. Usulan perbaikan yang dapat diberikan kepada pihak perusahaan adalah perusahaan harus mengupayakan pelatihan kepada karyawan-karyawannya, sehingga karyawan menjadai terlatih dan tidak sering melakukan kesalahan. Melakukan pengawasan secara berkala ketika kain berada di tempat bordir. Disediakan almari atau tempat khusus dalam menyimpan kain sehingga terlindung dari debu. Melakukan pengawasan terhadap karyawan saat pemotongan dan penjahitan serta diberikan pelatihan khusus kepada pekerja yang terspesialisasi. Koordinator operasional dan juga pemilik seharusnya lebih mengawasi kualitas akan bahan-bahan jahitnya, sehingga apabila terjadi kerusakan maka tidak mengganggu operasional perusahaan. Dilakukan pengawasan final oleh koordinator operasional ketika barang siap dibawah oleh para sales untuk dipasarkan kepada konsumen. Dan Merekrut karyawan khusus pada bagian operasiyang bertugas untuk mengawasi secara keseluruhan perusahaan sehingga jalan perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 B.103/13 Fan e
Uncontrolled Keywords: BASIC SEVEN TOOLS
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5549-5549.5 Personnel management. Employment
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Manajemen
Creators:
CreatorsEmail
RIFKI DZAKI FANANI, 040810187UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorIndrianawati Usman, Dr.SE., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Mr Bambang Husodo
Date Deposited: 02 Aug 2013 12:00
Last Modified: 18 Aug 2016 02:03
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/1797
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item