PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI ALTERNATIF DENGAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING UNTUK MEMINIMALKAN MATERIAL HANDLING PADA PT. INDUSTRI SANDANG NUSANTARA UNIT PATAL LAWANG

FAIZAL HAKIM, 040710214 (2013) PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI ALTERNATIF DENGAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING UNTUK MEMINIMALKAN MATERIAL HANDLING PADA PT. INDUSTRI SANDANG NUSANTARA UNIT PATAL LAWANG. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2013-hakimfaiza-26565-5.abstr-k.pdf

Download (322kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

PT. Industri Sandang Nusantara Unit Patal Lawang merupakan sebuah perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang manufaktur yang memproduksi benang rayon.. Dari hasil pengamatan, terdapat permasalahan pada tata letak antar proses produksinya. Kondisi tersebut dapat dilihat dari jauhnya jarak material handling (perpindahan bahan). Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas tata letak produksinya, maka penelitian ini mencoba memberikan solusi rancangan tata letak alternatif terhadap tata letak yang telah ada dengan mempertimbangkan besarnya total jarak tempuh dan total biaya material handling dari satu departemen ke departemen lainnya pada proses pembuatan benang rayon dengan metode Systematic Layout Planning (SLP). Metode Systematic Layout Planning dilakukan dengan menggambarkan aliran material pada proses produksi dengan menggunakan Flow Process Chart, From-To Chart, dan Flow Diagram. Selanjutnya dibuat Activity Relationship Chart yang menggambarkan hubungan aktivitas antar departemen. Dan tahap berikutnya ialah dengan menggambarkan Activity Relationship Diagram dan Space Relationship Diagram. Untuk pengukuran jarak material handling pada tata letak awal dan tata letak alternatif diukur dengan metode Rectilinear Distance. Dari hasil yang diperoleh, terdapat dua tata letak alternatif yang memiliki total jarak tempuh dan total biaya material handling yang lebih baik dari tata letak awal. Pada tata letak awal, total jarak tempuh material handling berkisar 81.487 meter per harinya dan total biaya material handling per harinya berkisar Rp. 13.380.148,98. Sedangkan pada tata letak alternatif I, total jarak tempuh material handling-nya berkisar 65.889,5 meter per harinya dan total biaya material handling berkisar Rp. 10.819.055,9 per harinya. Dan pada tata letak alternatif II, total jarak tempuh material handling-nya berkisar 68.572,75 meter per harinya dan total biaya material handling berkisar Rp. 11.259.645,55 per harinya. Maka dari kedua rancangan tata letak alternatif tersebut, dipilihlah tata letak alternatif I sebagai tata letak alternatif yang terbaik karena memiliki total jarak tempuh dan total biaya material handling yang paling minimal dan dapat meningkatkan efisiensi aktivitas material handling sebesar 19.14% dari tata letak awalnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 B.105/13 Hak p
Uncontrolled Keywords: SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5549-5549.5 Personnel management. Employment
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Manajemen
Creators:
CreatorsEmail
FAIZAL HAKIM, 040710214UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorIndrianawati Usman, Dr., SE, M.Sc.,UNSPECIFIED
Depositing User: Mr Bambang Husodo
Date Deposited: 12 Aug 2013 12:00
Last Modified: 18 Aug 2016 02:18
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/1799
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item