TRADISI NITIK: STUDI ETNOGRAFI TRADISI MINUM TOAK DI KABUPATEN TUBAN, JAWA TIMUR

DARUNDIYO PANDUPITOYO, 070417391 (2008) TRADISI NITIK: STUDI ETNOGRAFI TRADISI MINUM TOAK DI KABUPATEN TUBAN, JAWA TIMUR. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
gdlhub-gdl-s1-2008-pandupitoy-9520-fisant-k.pdf

Download (467kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-pandupitoy-9511-fisant-8.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Karya tulis skripsi ini menjelaskan secara mendalam mengenai tradisi minum toak bersama yang dilakukan oleh sebagian masyarakat Tuban pada tempat-tempat tertentu yang konsisten dan memiliki auggota yang fanatik, tradisi ini biasa disebut dengan Tradisi Nitik. Dasar bentuk dari tradisi ini adalah kegiatan jual beli minuman tradisional bernama toak yang terbuat darifermentasi nira pohon siwalan (Borassus Sundaicus). Walaupun, tampak seperti kegiatan jual beli biasa, namun ada beberapa hal yang membuat nitik berbeda dari kegiatan jual beli lain, yaitu pembeli yang biasa disebut dengan Beduak, mempunyai keterikatan tertentu dengan toak yang didasarkan oleh sang penjual karena yang berkaitan dengan rasa dan suasana tempat nitik yang ditawarkan oleh penjual. Hal kedua adalah, adanya ikatan sosial (social bond) diantara beduak-beduak yang membeli toak dan minum di tempat nitik sang penjual. Dari ikatan sosial dan implikasi dalam kehidupan sehari-harinya tersebut terbentuklah suatu janngan sosial (social network) yang terlihat pada terbentuknya jaringan kerja, seperti pencarian kuli bangunan, jaringan sosial petani yang ada di Kecamatan Semanding. Dalam karya skripsi ini, penulis menggunakan metode etnografi yang disarankan oleh James Spradley dengan menekankan pada 12 fokus penelitian lapangan mulai dari menetapkan seorang informan, melakukan wawancara terhadap informan, membuat catatan etnografis, mengajukan pertanyaan desknptit melakukan analisis wawancara etnografis, membuat analisis domain, mengajukan pertanyaan struktural, membuat analisis taksonomik, mengajukan pertanyaan kontras, membuat analisis komponen, menemukan tema-tema budaya. Merasa masih kurang menyentuh tujuan dari penulisan skripsi ini, penulis menambahkan pendekatan fungsional, jaringan komunikasi sosial dan jaringan sosial dengan alat bantu software Netdraw.exe. Dengan metode etnografi yang disarankan oleh James Spradley penuhs bm lebih fokus mengungkap detail Tradisi Nitik dan eksistensuya dikalangan beduak Tuban, yang akhirnya penulis mendapat simpulan utama bahwa tradisi ini masih bisa eksis bahkan dicintai para beduak karena ditunjang oleh fungsi-fingsi di dalamnya seperti fungsi sosial, fungsi bagi tubuh beduak, fungsi ekonomi dan fungsi aktualisasi diri. Sehingga team budaya yang muncul adalah nitik sebagai wadah pembawa fungsi fungsi implisit yang dapat dimanfaatkan oleh anggotanya (beduak) sebagai salah satu strategi adaptasi dalam hidup, sehingga membuat beduak dan tradisi nitik bisa tetap eksis sampai sekarang

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK Fis Ant 23/08 Pan t
Uncontrolled Keywords: ETHICS, JAVANESE; CULTURE
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BJ Ethics > BJ1518-1697 Individual Ethics, Character, Virtue (including practical and applied ethics, conduct of life, success)
H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Creators:
CreatorsEmail
DARUNDIYO PANDUPITOYO, 070417391UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorYusuf Ernawan, Drs., M.HumUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 11 May 2009 12:00
Last Modified: 18 Jun 2017 17:26
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/18036
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item