EFEKTIFITAS KONFRONTASI TANPA KEKERASAN GREENPEACE ASIA TENGGARA KASUS: DEFORESTASI DAN PERUSAKAN LAHAN GAMBUT UNTUK PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI INDONESIA

Mohammad Satyo Rushadi, 070417222 (2011) EFEKTIFITAS KONFRONTASI TANPA KEKERASAN GREENPEACE ASIA TENGGARA KASUS: DEFORESTASI DAN PERUSAKAN LAHAN GAMBUT UNTUK PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI INDONESIA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
gdlhub-gdl-s1-2012-rushadimoh-23927-fis-fis.-k.pdf

Download (266kB) | Preview
[img] Text (HALAMAN DEPAN)
HALAMAN DEPAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (926kB) | Request a copy
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text (LAMPIRAN1)
LAMPIRAN1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text (LAMPIRAN2)
LAMPIRAN2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (LAMPIRAN3)
LAMPIRAN3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Perhatian dan kajian dalam hubungan internasional (HI) kontemporer mencakup peran dan kegiatan yang dilakukan bukan hanya oleh aktor negara, melainkan juga aktor-aktor bukan negara yang memainkan peran penting salah satunya dalam mengatasi isu lingkungan. Permasalahan lingkungan dengan tantangan multidimensi adalah perubahan iklim yang salah satu penyebabnya adalah penyumbang emisi karbon terbesar seperti deforestasi dan perusakan lahan gambut. Di Indonesia pemicu penting hal ini adalah pembukaan dan perluasan perkebunan kelapa sawit untuk memenuhi tingginya permintaan minyak kelapa sawit yang serba guna. Posisi dilematis Indonesia sebagai paru-paru dunia di satu sisi sektor kelapa sawit menguntungkan bagi perekonomian, namun di sisi lain, karena masih lemahnya penegakan hukum, pengelolannya masih terkesan mengorbankan lingkungan. Melihat hal tersebut berlarut-larut Greenpeace Asia Tenggara (GAT) tak tinggal diam dan sejak awal tahun 2007 melakukan upaya advokasi yang salah satunya berupa konfrontasi tanpa kekerasan (Non-Violent Direct Action/NVDA) untuk menyerukan penerapan zero deforestation bagi produsen minyak kelapa sawit dan moratorium perusakan hutan dan gambut. Yang kemudian menjadi pertanyaan penelitian ini adalah sejauh mana efektifitas NVDA GAT dalam menentang deforestasi dan perusakan lahan gambut di Indonesia? Penelitian ini menggunakan kerangka pemikiran Liberalisme, Global Civil Society, dan NVDA sebagai advokasi Non-Governmental Organization (NGO) didukung dengan operasionalisasi konsep efektifitas NVDA dan International NGO (INGO). Berdasarkan hal tersebut dihasilkan asumsi sementara peneliti bahwa jaringan kerja INGO yang kuat akan mendukung strategi advokasi GAT berupa NVDA untuk menarik perhatian publik dan mengangkat permasalahan ke permukaan sehingga meningkatkan kesadaran dan mampu berpengaruh dalam pembuatan kebijakan pemangku kepentingan bagi solusi permasalahan. Namun, posisi dilematis Indonesia yang berimbas pada lemahnya penegakan hukum lingkungan bisa menjadi faktor penghambat bagi efektifitas NVDA GAT.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK 2 Fis HI.70/11 Rus e
Uncontrolled Keywords: CONFLICT MANAGEMENT ;
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD61 Risk Management
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Mohammad Satyo Rushadi, 070417222UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSartika Soesilowati, M. A., Ph.DUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 14 Jun 2012 12:00
Last Modified: 25 Sep 2017 16:51
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/18070
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item