MASYARAKAT ADAT, NASIONALISME, DAN RESOLUSI KONFLIK Kajian Sosiologis tentang Masyarakat Adat, Nasionalisme, dan Resolusi Konflik Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan: Studi Kasus Kabupaten Manggarai Barat Flores Nusa Tenggara Timur

Andri A., 079815872 (2005) MASYARAKAT ADAT, NASIONALISME, DAN RESOLUSI KONFLIK Kajian Sosiologis tentang Masyarakat Adat, Nasionalisme, dan Resolusi Konflik Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan: Studi Kasus Kabupaten Manggarai Barat Flores Nusa Tenggara Timur. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
gdlhub-gdl-s1-2007-kkbkk2fiss-4614-fiss18-k.pdf

Download (349kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Secara umum, penelitian ini di maksudkan untuk mengetahui realitas masyarakat adat yang mengalami konflik kekerasan dengan negara berkaitan dengan pengelolahan sumberdaya alam dan lingkungan dalam bingkai nasionalisme. Penelitian ini di lakukan dengan menempatkan faktor wacana sebagai dan menjadi faktor penting untuk melihat dinamika masyarakat adat serta implikasi yang muncul akibat locus, tempus, sekaligus konteks discourse nasionalisme di ungkapkan. Dengan menitikberatkan pada wacana sosio-kultural yang termaktub dalam relasi masyarakat adat dan negara, terutama pada wacana dekonstruksinya, meliputi wacana nasionalisme dan sejarah Indonesia mutakhir. Penelitian ini merupakan upaya untuk merepresentasikan makna-makna itu, dengan menafsirkan dan menganalisis ornamen "kenyataan sosial" yang tersembunyi dalam wacana masyarakat adat dan nasionalisme. Penelitian ini merujuk pada metode penelitian kualitatif model grounded meski tidak secara ketat mengikuti kaidah penelitian sebagaimana lazimnya metodologi grounded research. Namun, faktor pembacaan realitas sosial melalui proses pemaknaan subjektif dan inter¬subjektif di tempatkan sebagai faktor penting untuk melihat dinamika masyarakat adat dan wacana nasionalisme. Beberapa teori di gunakan dalam penelitian ini dari sudut pandang poststructural tertentu, khususnya sudut pandang 'Foucaultian' dan 'Derridaian'. Juga teori-teori tentang postcolonial yang di usung oleh Edward W. Said dan Gayatri Chakravorty Spivak. Selanjutnya, kajian pun mengarah pada warna dekonstruksi yang telah teridentifikasi dari temuan hasil Iapangan. Hasil penelitian ini antara lain menemukan bahwa 'ruh' dekonstruksi pun terdapat dalam wacana masyarakat adat berupa pembongkaran pemikiran dan pandangan negara pada konsepsi masyarakat adat sebelumnya. Peneliti melihat peran wacana nasionalisme dalam mengkonstruksikan kenyataan-sosial, dengan kata lain wacana nasional tentang sumberdaya alam dan lingkungan 'demi' kepentingan nasional adalah unsur pembentuk "kenyataan". Dalam penelitian ini wacana di artikan sebagai artikulasi pengetahuan dan kuasa, pernyataan dan kenampakan, baik yang tampak maupun yang terekspresikan. Melalui proses wacana, mau tak mau, kenyataan-sosial memperoleh wujudnya. Bisa di katakan, wacana masyarakat adat sebagai counter culture pada konstruksi yang di gagas negara. Di sisi lain, penelitian ini juga melihat bentuk tawaran pendekatan dalam pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan yang berbasis masyarakat setempat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis S 18 /07 And m
Uncontrolled Keywords: DISPUTE RESOLUTION; SOCIOLOGY
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsEmail
Andri A., 079815872UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDaniel Theodore Sparringa, Drs., MA, Ph.D.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 11 May 2007 12:00
Last Modified: 11 Oct 2017 22:41
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/18105
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item