REPRESENTASI PEMERINTAH DALAM IKLAN A MILD TANYA KENAPA SERI BANJIR DI TELEVISI - Critical Discourse Analysis tentang Representasi pemerintah dalam iklan

WAWAN AGUS PRASETYO, 070116585 (2006) REPRESENTASI PEMERINTAH DALAM IKLAN A MILD TANYA KENAPA SERI BANJIR DI TELEVISI - Critical Discourse Analysis tentang Representasi pemerintah dalam iklan. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
gdlhub-gdl-s1-2007-prasetyowa-4725-fisk20-k.pdf

Download (377kB) | Preview
[img]
Preview
Text (HALAMAN DEPAN)
HALAMAN DEPAN.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (560kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pemerintah menetapkan berbagai macam regulasi ketat dalam proses komunikasi produk rokok, akibat kandungan zat dalam rokok yang dinilai negatif bagi kesehatan. Dengan ketatnya peraturan atas iklan rokok, mengakibatkan produsen melalui agency periklanan senantiasa memutar otak agar terus dapat mengkomunikasikan brand mereka pada calon konsumen. A Mild dikenal dengan iklannya yang kreatif dan menjadi trend setter dunia iklan khususnya produk rokok. Kali ini, A Mild merubah kembali gaya beriklannya dengan mengasosiasikan bentuk iklannya serupa dengan jenis iklan layanan masyarakat. Pemilihan tema dan gaya iklan yang A Mild pilih merupakan sebuah ide yang baru dalam dunia periklanan komersial di Indonesia. Salah satunya dengan menempatkan figur pemerintah sebagai bagian dari pesan iklan yang dikemas sebagai bentuk kritik sosial. Fenomena banjir yang telah menjadi fenomena wajar di musim penghujan menjadi sebuah tema yang menarik bagi A Mild untuk diangkat dengan meletakkan figur-figur yang diangapnnya terkait erat dengan fenomena banjir tersebut, yang salah satunya adalah pemerintah. Sebagai salah satu bentuk bencana yang dapat diprediksi, banjir seharusnnya dapat diantisipasi dan diminimalisir tingkat resiko terjadinnya. Melalui iklan ini A Mild berusaha melakukan representasi bagaimana figur pemerintah dihadapkan dengan fenomena banjir yang sering terjadi di tengah masyarakat. Berdasarkan uraian di atas, peneliti ingin mengetahui bagaimana pemerintah direpresentasikan melalui sebuah iklan komersial. Melalui penelitian ini, peneliti ingin melihat bagaimana sebuah wacana iklan digunakan sebagai ajang pertarungan wacana oleh pihak dominan yang menguasainnya, yaitu pengiklan terhadap pihak lain. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan kritis, melalui metode Critical Discourse Analysis (CDA) yang dikembangkan oleh Fairclough. Peneliti membagi analisis iklan ini dalam tiga tahap. Analisis deskriptif atas teks pada data primer yang berupa rekaman iklan, dilanjutkan dengan interpretasi analisis teks dengan Discoure Practice berdasarkan wawancara peneliti dengan Creative Director iklan Tanya Kenapa serf banjir, untuk selanjutnnya melakukan analisis eksplanatif bersadasarkan konteks socio cultural yang melingkupinnya yang berasal dari studi literatur atas kondisi situasional, institusional dan sosial masyarakat dimana teks ini dibuat. Peneliti juga melihat konsep intertekstualitas sebagai unsur penting dalam pembuatan wacana iklan Tanya Kenapa seri Banjir ini. Dari hasil analisis, peneliti menemukan bahwa pemerintah ditempatkan sebagai point of view utama dari iklan. Pemerintah direpresentasikan sebagai fihak yang harus lebih bertanggung jawab terhadap keberadaan banjir dibandingkan dengan fihak/figur lain. Representasi dalam iklan tersebut merupakan sebuah hasil pembelajaran si pembuat iklan sekaligus sebuah sudut pandang pembuat iklan dalam menyikapi berbagai macam persoalan di tengah masyarakat. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai macam kondisi dan situasi socio cultural yang tengah terjadi dalam masyarakat. Pemerintah dianggap tidak dapat berbuat banyak untuk menanggulangi banjir, yang kerap bahkan telah menjelma menjadi sebuah tradisi di tengah masyarakat. Meskipun hal ini disanggah oleh pembuat iklan , namun temuan data peneliti atas berbagai macam cara pandang pembuat iklan terhadap keberadaan pemerintah, terutama dalam konteks banjir, mempengaruhi bagaimana akhirnnya iklan ini dieksekusi. A Mild menggunakan drama satire yang dijadikan sebagai media untuk melakukan kritik pada pemerintah. Karakter klien juga ikut mempengaruhi proses pembentukan ide iklan. A Mild dikenal karena iklan-iklan yang kreatif, beda, dan "nakal" dalam menggunakan teks-teks iklan untuk melontarkan sebuah gagasan ataupun wacana pada publik untuk membentuk citra atas brand nya

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis K 20/07 Pra r
Uncontrolled Keywords: TELEVISION ADVERTISING
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5801-6182 Advertising
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi
Creators:
CreatorsEmail
WAWAN AGUS PRASETYO, 070116585UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorYayan Sakti Suryandaru, MAUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 31 May 2007 12:00
Last Modified: 11 Oct 2017 20:11
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/18114
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item