WATU JAGOAN SURABAYA : STUDI ETNOGRAFI : MAKNA DAN FUNGSI WATU DI KELURAHAN MEDOKAN KECAMATAN RUNGKUT SURABAYA

HARI JOANG PUTRA WURYONO, 070116577 (2008) WATU JAGOAN SURABAYA : STUDI ETNOGRAFI : MAKNA DAN FUNGSI WATU DI KELURAHAN MEDOKAN KECAMATAN RUNGKUT SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
gdlhub-gdl-s1-2008-wuryonohar-9175-fisant-k.pdf

Download (329kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-wuryonohar-9006-fisant-8.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Fenomena akan keberadaan jagoan di berbagai wilayah di Indonesia, baik di pedesaan dan perkotaan, di perkampungan dan juga wilayah yang mempunyai potensi ekonomi yang tinggi, merupakan bentuk budaya yang tetap dipertahankan oleh masyarakat karena mempunyai fungsi tersendiri. Sebagai sosok yang disegani menjadikan seorang jagoan memiliki status dan peran di masyarakat. seorang jagoan atau waru di Surabaya merupakan sebuah bentuk akan adanya nilai-nilai yang ada di masyarakat. Bagaimana seorang jagoan menjadi sosok yang ditakuti karena dia adalah seorang preman yang sering melakukan tindakan kriminal, atau menjadi sosok yang disegani dan dihormati dan mempunyai peran dan makna di masyarakat dan mendapatkan dukungan oleh mereka. Penelitian terletak di kecamatan Rungkut, khususnya di kelurahan Medokan Ayu ini merupakan bentuk salah satu penggambaran konsep jagoan di Surabaya. Metode etnografi digunakan dalam upaya mendeskripsikan suatu kebudayaan watu dan juga pandangan hidup dari sudut pandang penduduk asli. Penelitian ini menitik beratkan pada makna dan fungsi watu di masyarakat. Pencarian data dilakukan dengan observasi atau pengamatan di lapangan dan wawancara kepada para informan menjadi langkah yang ditempuh selama penelitian. Di Surabaya seorang jagoan disebut watu sebagai sosok yang disegani di suatu wilayah tertentu. Bentuk jagoan lainnya yang ada seperti preman, bodyguard, debt collector, hit man, yang kesemuanya itu berakar dari budaya jagoan yang sudah ada sejak dulu. Adanya kharisma yang dimiliki oleh seorang watu dan juga jaringan yang dibentuk berupa anak buah dan hubungan dengan aparat penegak hukum membuat watu mempertahankan kekuasaannya dan juga dalam upaya untuk memperoleh akses ekonomi yang lebih baik. Kehidupan seorang watu sebagai salah satu bagian di masyarakat yang mempunyai peranan sebagai penjaga informal di wilayahnya, dan juga adanya makna watu yang dimiliki oleh masyarakat sebagai sosok yang disegani memberikan rasa aman pada masyarakat untuk menjalankan kehidupannya. Maka watu memiliki fungsi sebagai kontrol sosial yang menciptakan keseimbangan dan integrasi di dalam masyarakat

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis Ant 16/08 Wur w
Uncontrolled Keywords: CULTURE , JAVANESE
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Creators:
CreatorsEmail
HARI JOANG PUTRA WURYONO, 070116577UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDjoko Adi Prasetyo, Drs., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 09 Feb 2009 12:00
Last Modified: 19 Jun 2017 22:42
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/18138
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item