PENERIMAAN KHALAYAK PASANGAN-PASANGAN YANG MENIKAH DI USIA REMAJA AKHIR TERHADAP KONFLIK PERKAWINAN DALAM FILM RADIT DAN JANI DI SURABAYA

Dessi Kusumaningtyas, 070417415 (2009) PENERIMAAN KHALAYAK PASANGAN-PASANGAN YANG MENIKAH DI USIA REMAJA AKHIR TERHADAP KONFLIK PERKAWINAN DALAM FILM RADIT DAN JANI DI SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2010-kusumaning-14054-fisk18-k.pdf

Download (90kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2010-kusumaning-11897-fisk18-p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (632kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Perkawinan merupakan tahapan menyatunya dua orang yaitu laki-laki dan wanita, yang mempunyai satu tujuan yang sama dan melakukan upacara yang sah menurut hukum. Perkawinan tidak hanya soal upacara dan proses adaptasi pasangan, konflik adalah salah satu bagian dari perkawinan. Konflik adalah pertentangan yang terjadi baik antara masing-masing pasangan maupun terjadi dalam diri individu pasangan. Akibat yang banyak terjadi dari kehadiran konflik dalam perkawinan yang tidak dimaintain dengan baik adalah terjadinya perceraian. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia No.1 Tahun 1974 yang mengatur tentang perkawinan menyebutkan usia minimal seseorang untuk menikah adalah 16 tahun ( wanita) dan 19 tahun (pria) serta 21 tahun secara umum. Kategori usia yang ditentukan oleh pemerintah merupakan fase dimana seseorang sedang menjalani fase remaja akhir menuju proses dewasa awal. Ini berarti ketidak siapan mental dan kematangan psikologis seseorang belum terbentuk sempurna, sehingga sangat rentan terjadi konflik yang menimbulkan perpecahan. Film Radit dan Jani telah menggambarkan fenomena di atas. Banyaknya perceraian di Indonesia bahkan penganut seks bebas yang mengakibatkan adanya pernikahan usia muda juga melatarbelakangi pembuatan film ini. Perjuangan sejoli tanpa restu orangtua dan ketidak siapan individu dalam menjalani pernikahan serta konflik yang mewarnai kehidupan pernikahan mereka ditamplkan dalam film ini sesuai dengan ideologi si pembuat film, yaitu Upi Avianto. Konflik perkawinan ini kemudian diinterpretaskan oleh pasangan-pasangan yang menikah diusia remaja akhir. Penerimaan yang berbeda antara pembuat film dengan setiap pasangan, menjadikan penelitian ini menarik. Area konflik, bahasa serta gaya yang digunakan dan proses komunikasi pada saat konflik terjadi diteliti dengan penerimaan berbeda oleh masing-masing pasangan. Selain itu nilai-nilai yang didapat oleh pasangan dalam film ini menjadikan pembelajaran bagi kehidupan pernikahan mereka.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK_2 Fis K 18/10 Kus p
Uncontrolled Keywords: konflik perkawinan, pasangan remaja akhir yang telah menikah, film
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K7000-7720 Private international law. Conflict of laws > K7120-7197 Persons > K7155-7197 Domestic relations. Family law > K7157-7179 Marriage. Husband and wife
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi
Creators:
CreatorsEmail
Dessi Kusumaningtyas, 070417415UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorIgak Satrya Wibawa, S.Sos., MCAUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 01 Dec 2010 12:00
Last Modified: 29 Sep 2016 14:55
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/18263
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item