PANDANGAN MASYARAKAT PETANI TERHADAP PROGRAM WAJIB BELAJAR SEMBILAN TAHUN (STUDY DESKRIPTIF TENTANG PANDANGAN MASYARAKAT PETANI DESA PUSPO)

M. Ludfy M.E, 079213795 (2009) PANDANGAN MASYARAKAT PETANI TERHADAP PROGRAM WAJIB BELAJAR SEMBILAN TAHUN (STUDY DESKRIPTIF TENTANG PANDANGAN MASYARAKAT PETANI DESA PUSPO). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-mludfyme-14537-fisant-k.pdf

Download (88kB)
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-mludfyme-12186-fisant-p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (770kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pendidikan merupakan wahana yang dipercaya sebagai upaya meningkatkan sumberdaya manusia. Salah satu usaha pemerintah Indonesia dalam meningkatkan SDM ini adalah dengan menerapkan Program Wajib Belajar Sembilan Tahun. Program Pendidikan Dasar Sembilan Tahun mulai diwajibkan oleh pemerintah, tepatnya tanggal 2 Mei 1994. Program pendidikan dasar sembilan tahun ini mulai dikenalkan pada masyarakat, karena program pendidikan dasar enam tahun dianggap sudah sukses. Meskipun tujuannya adalah untuk kebaikan, namun dilapangan masih banyak masyarakat desa yang tidak tertarik, untuk itu peneliti tertarik mengkaji masalah bagaimana pandangan dan sikap masyarakat petani terhadap Program Wajib Belajar Sembilan Tahun. Penelitian ini adalah penelitian diskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive dengan pertimbangan Desa Puspo, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, berdasar observasi penduduk yang bermata pencaharian sebagai petani kurang tertarik terhadap Program Wajib Belajar Sembilan Tahun, yaitu dengan tidak menyekolahkan anaknya sampai tingkat SLTP. Teknik penentuan Informan berdasar pertimbangan tertentu. Jumlah sebanyak sebelas informan. Sebelas informan tersebut terdiri dari dua informan aparat desa, dua informan dari Departemen pendidikan dan kebudayaan, dua informan petani kaya, tiga informan petani miskin dan dua informan anak yang putus sekolah. Pertimbangan mengambil mereka sebagai informan adalah sebagai berikut : Informan telah menetap lama dan terlibat langsung dengan pelaksanaan Program Pendidikan Dasar Sembilan Tahun. Teknik pengumpulan data primer dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam kepada informan dengan menggunakan pedoman wawancara. Data sekunder diperoleh dari data monografi DesaPuspo, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan.. Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat petani Desa Puspo kurang tertarik terhadap Program Pendidikan Dasar Sembilan Tahun karena faktor-faktor sebagai berikut : 1. Orang tua tidak mempunyai respek positif terhadap pendidikan, terbukti dari kurang adanya dorongan orang tua terhadap anak untuk sekolah 2. Ligkungan sekolah dipandang anak kurang memberi daya tarik jiwa anak. 3. Faktor pengaruh lingkugan di sekitarnya, baik itu dari kawan sepergaulan atau dari lingkungan keluarga dan masyarakat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB kk-2 Fis Ant 08/10 MLu p
Uncontrolled Keywords: SCHOOL-BASED MANAGEMENT
Subjects: L Education
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Creators:
CreatorsEmail
M. Ludfy M.E, 079213795UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorRetno Andriati,, Dra MAUNSPECIFIED
Depositing User: Turwulandari
Date Deposited: 18 Jan 2011 12:00
Last Modified: 21 Jul 2016 03:28
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/18274
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item