SIKAP JERMAN TERHADAP RUSIA DALAM KONFLIK RUSIA UKRAINA MELALUI KASUS PENGARUH SUPLAI GAS

RAINDRA AMILUHUR, 070517890 (2010) SIKAP JERMAN TERHADAP RUSIA DALAM KONFLIK RUSIA UKRAINA MELALUI KASUS PENGARUH SUPLAI GAS. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-amiluhurra-21215-fishi0-k.pdf

Download (88kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-amiluhurra-17814-fishi0-s.pdf
Restricted to Registered users only

Download (647kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Rusia merupakan sebuah negara dengan luas wilayah yang cukup besar, dengan besarnya wilayah teritorialnya maka kebutuhan akan energi amatlah besar. Pada era kepemimpinan Putin, sumber daya alam Rusia dimaksimalkan sebaik mungkin. Oleh karena itu, Rusia yang sempat kehilangan kekuatan atau pengaruhnya, kini menjadi sebuah kekuatan energi yang utama di kawasan Eropa. Bagi negara – negara eks Uni Soviet, ada keuntungan tersendiri, yaitu pemberian subsidi. Tetapi bagi mantan pecahan Uni Soviet yang tidak berpihak terhadap Rusia, akan mengalami permasalahan – permasalahan mengenai suplai energi. Salah satu contohnya adalah konflik antara Rusia dan Ukraina. Konflik tersebut bermula pada 1 Januari 2006, berawal dari terhentinya pasokan minyak ke Eropa melalui Ukraina. Penghentian suplai minyak tersebut dilakukan oleh Rusia karena tidak terdapat kesepakatan harga diantara keduanya. Terhentinya pasokan ke Eropa tersebut sangatlah mempengaruhi negara – negara importir minyak. Jerman sebagai importir minyak Rusia terbesar cukup merasakan pengaruhnya. Jerman pun beranggapan bahwa Rusia menggunakan kekuatan energinya sebagai bentuk pengaruh untuk menekan Ukraina. Berdasarkan hal tersebut muncul pertanyaan penelitian yang perlu diteliti lebih lanjut. Yaitu dengan Rusia sebagai kekuatan energi di Eropa, sejauh mana kemampuan energi Rusia mempengaruhi sikap Jerman dalam konflik Rusia dengan Ukraina. Penelitian ini menggunakan teori energy dependency, teori rational choice, konsep energy security, serta peringkat analisis negara bangsa. Kurun waktu penelitian pun sejak tahun 2006 hingga tahun 2009. Periode saat Vladimir Putin menjadi Presiden lalu kemudian menjadi perdana Menteri.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis HI 09/11 Ami s
Uncontrolled Keywords: CONLICT
Subjects: J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsEmail
RAINDRA AMILUHUR, 070517890UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAnne Francoise Guttinger, D.E.AUNSPECIFIED
Depositing User: Turwulandari
Date Deposited: 29 Nov 2011 12:00
Last Modified: 23 Jul 2016 07:11
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/18329
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item