Pela Sebagai Mekanisme Kultural Anak Negeri Maluku Dalam Upaya Penyelesaian Konflik di Kota Ambon (Studi Kasus Konflik Politik di Kota Ambon tahun 1999-2005)

Pieter Piere Temmar, 070610645 (2011) Pela Sebagai Mekanisme Kultural Anak Negeri Maluku Dalam Upaya Penyelesaian Konflik di Kota Ambon (Studi Kasus Konflik Politik di Kota Ambon tahun 1999-2005). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-temmarpiet-21924-fisp41-k.pdf

Download (287kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2012-temmarpiet-18874-fisp41-p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Negara dan Bangsa kita sangatlah beragam dilihat dari heterogenitas baik secara etnis, agama dan pandangan ideologi politik, ada juga heterogenitas dalam posisi sosial-ekonomi. Heterogenitas yang pertama dilihat sebagai pluralitas kultural dan yang kedua dilihat sebagai pluralitas struktural. Pluralitas struktural merupakan berbagai variasi pengelompokan masyarakat yang didasarkan pada hubungan-hubungan sosial-ekonomi seperti tingkat pendapatan, status sosial atau pekerjaan, serta akses dan kontrol terhadap sumber-sumber ekonomi produktif maupun kekuasaan. Kondisi pluralitas bangsa yang demikian kompleks memiliki dua sisi, positif maupun negatif. Kondisi positif adalah komponen-komponen plural yang potensial itu dapat dikembangkan untuk keunggulan masyarakat, bangsa dan negara. Sedangkan kondisi negatif dimana keberagaman budaya dan agama dapat dengan mudah menimbulkan gesekan-gesekan yang berujung pada konflik horizontal antar-agama, antar-suku bangsa, dan antar-kelas. Konflik yag terjadi di Maluku tahun 1999-2005 merupakan konsekuensi dari heterogonitas tersebut, terlepas ada pihak-pihak tertentu yang menunggangi dalam konteks tertentu. Namun, bisa dipahami bahwa selama berlangsungnya konflik nilai-nilai budya lokal yang disebut pela telah mengilhami bahwa pada nature tertentu masyarakat Maluku memiliki kesadaran kolektif tentang arti heterogintas. Nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan beratus tahun lamanya memang hampir pudar terbentur kepentingan-kepentingan ekonomi,politik serta arus globalisasi. Akan tetapi dalam perjalanannya semangat untuk kembali memanifestasikan nilai-nilai luhur budaya bangsa dapat terealisasikan di Maluku khususnya kota Ambon dengan berbagai macam perjanjian baru diantara kelompok yang bertikai.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK FIS. P. 41/11 Tem p
Uncontrolled Keywords: CONFLICT
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
Creators:
CreatorsEmail
Pieter Piere Temmar, 070610645UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHARYADI,, Drs. M. Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Turwulandari
Date Deposited: 01 Feb 2012 12:00
Last Modified: 26 Jul 2016 03:48
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/18369
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item