STUDI PENGGUNAAN GASTROPROTEKTOR PADA PASIEN STROKE TROMBOTIK AKUT DENGAN TERAPI ANTIPLATELET ASETOSAL

WURI HEMASTUTI, 051111180 (2015) STUDI PENGGUNAAN GASTROPROTEKTOR PADA PASIEN STROKE TROMBOTIK AKUT DENGAN TERAPI ANTIPLATELET ASETOSAL. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-gaharbagus-21928-fisp45-k.pdf

Download (286kB)
[img] Text (FULLTEXT)
FF FK 39 Hem s.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Stroke iskemik adalah suatu keadaan yang mengakibatkan hilangnya sebagian atau seluruh fungsi neurologis yang terjadi secara mendadak serta bisa menyebabkan kematian disebabkan karena gangguan peredaran darah otak. Angka kejadian yang cukup tinggi membuat pencegahan stroke iskemik sangat diperlukan. Antiplatelet adalah obat yang dapat menghambat agregasi trombosit sehingga menyebabkan terhambatnya pembentukan trombus. Asetosal 100mg per hari adalah antiplatelet yang bekerja sebagai antitromboksan, namun seringkali menyebabkan perdarahan pada gastrointestinal. Diperlukan obat untuk menekan timbulnya kemungkinan efek samping dari asetosal. Gastroprotektor adalah obat yang digunakan untuk mencegah terjadinya faktor risiko pendarahan pada gastrointestinal sebagai efek samping dari penggunaan asetosal dosis rendah. Gastroprotektor yang digunakan terbatas pada penggunaan PPI, H2 bloker, antasida, dan sukralfat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan PPI, H2 bloker, antasida, sukralfat pada pasien stroke trombotik akut dengan terapi antiplatelet asetosal di Instalasi Rawat Inap Penyakit Saraf RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Metode yang digunakan bersifat observasional retrospektif. Data didapat dari pasien dalam data medik kesehatan (DMK) periode Januari hingga Juni 2014. Selama periode tersebut didapat data sebanyak 197 pasien kemudian dipilah berdasarkan kriteria inklusi, sampel yang memenuhi sebanyak 77 pasien stroke trombotik akut. Jenis kelamin yang paling banyak terkena stroke trombotik akut adalah laki-laki dengan usia antara 45 sampai 64 tahun. Sedangkan penyakit penyerta pada pasien didominasi oleh penyakit hipertensi meskipun pada beberapa pasien memiliki lebih dari satu penyakit penyerta. Hasil menunjukkan 60 pasien (77,92%) mendapat terapi asetosal disertai gastroprotektor dan 17 pasien (22,08%) mendapat terapi asetosal saja. Muncul gejala mual, muntah pada pasien namun tidak dapat dibedakan penyebab timbulnya karena pemberian dari terapi asetosal atau karena pasien mengalami stress ulcer. Gastroprotektor yang paling banyak digunakan yaitu ranitidin pada 59 pasien, omeprazol pada 2 pasien, sukralfat pada 1 pasien, untuk menekan terjadinya faktor risiko perdarahan.Karena ranitidin termasuk obat generik yang tercover oleh BPJS. Sehingga peresepannya lebih banyak. Hampir semua pasien yang menerima ranitidin 50mg dua kali sehari dalam rute intravena. Intravena memberikan reaksi tercepat yaitu kurang lebih 18 detik. Omeprazol tersedia dosis per oral 20mg sekali sehari dan intravena 40mg dua kali sehari. Sukralfat 500mg empat kali sehari per oral.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: kkB kk-2 ff fk 39 15 Hem s
Uncontrolled Keywords: STROKE
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmasi Klinis
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
WURI HEMASTUTI, 051111180UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorJunaidi Khotib, S.Si., M.Kes., Ph.D., Apt.UNSPECIFIED
Depositing User: Turwulandari
Date Deposited: 08 Mar 2016 12:00
Last Modified: 26 Jul 2016 06:48
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/18374
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item