MUSIK GONDANG BATAK : Studi tentang Perubahan Makna dan Fungsi Musik Gondang Batak Pada Masyarakat Batak di Surabaya

SHERLY DEASY ANJUWITA GULTOM, 070016259 (2006) MUSIK GONDANG BATAK : Studi tentang Perubahan Makna dan Fungsi Musik Gondang Batak Pada Masyarakat Batak di Surabaya. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
gdlhub-gdl-s1-2006-gultomsher-1529-fisant-k.pdf

Download (357kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-gultomsher-1529-fis_ant_-6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Musik Gondang Batak dikenal, diterima, dan berkembang di berbagai daerah dengan nuansa dan ciri khas yang berbeda satu daerah dengan daerah lainnya sesuai dengan karakteristik masyarakat pendukungnya (khususnya orang batak) yang tidak lepas dari faktor budaya dimana mereka berada. Di Surabaya terdapat berbagai macam corak dan ciri khas atau nuansa (gaya) musik Gondang Batak yaitu musik Gondang Batak Tradisional, Gondang Batak Modern (dengan Irama dangdut), dan Gondang Batak Kontemporer (kolaborasi antara musik Modern dan Gondang Batak Tradisional). Era musik Gondang Batak Tradisional ini semakin hilang popularitasnya digantikan budaya Barat dengan era musik Popnya yang lebih popular dikalangan generasi muda, dibandingkan dengan musik Tradisional (termasuk musik Gondang Batak). Musik Gondang Batak yang dianggap oleh kalangan muda sebagai suatu bentuk pertunjukkan musik yang membosankan dan hanya dapat dinikmati oleh kalangan generasi tua (khususnya yang lahir di kampung) membuat musik Gondang Batak Tradisional ini semakin tidak dikenal oleh generasi selanjutnya (generasi muda), selain itu masalah keefisienan dan kepraktisan akan waktu, teknis dan biaya menjadi faktor - faktor lainnya yang menjadi penggeser musik gordang Batak ini semakin tidak kelihatan, sehingga muncullah bentuk adaptasi kesenian itu sendiri untuk tetap menjaga bahkan untuk mempertahannkan kelestarian ataupun eksistensi Gondang Batak itu agar tidak sekedar menjadi cerita atau dongeng belaka. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan (mendeskripsikan) bagaimana sebenarnya musik Gondang Batak yang ada di Surabaya ataupun yang masih tradisional yang ada di Sumatra khususnya pada budaya Batak Toba, baik yang masih pada pola tradisional ataupun yang sudah merupakan hasil akulturasi masyarakat Batak yang ada di Surabaya dengan kebudayaan setempat sampai akhirnya muncul gaya – gaya atau corak – corak dalam Musik Gondang Batak (selain musik Gondang Batak Tradisional) dan faktor apa yang mendasari terjadinya perubahan tersebut serta apa makna dari hasil yang ditimbulkan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan diakronik dan historis, dikarenakan Group Musik Gondang Batak Bona Pasogit (Tradisional) merupakan satu satunya Group musik yang memainkan Gondang Batak dengan Corak Tradisional dan Group musik tersebut merupakan group musik yang muncul pertama kali di Surabaya dan populer di era tahun 80-an, namun mulai tahun 95-an mulai muncul group – group musik Gondang Batak dengan nuansa atau gaya musik yang berbeda yang lebih condong pads gaya musik dangdut maupun Pop, maka pendekatan pada kurun waktu yang berbeda dengan sendirinya termasuk penulusuran sejarah hams dipergunakan agar dapat menggambarkan akulturasi ataupun perubahan yang ada dalam perkembangan musik Gondang Batak yang ada di Surabaya ini sebagai bentuk hasil ekspresi kreatifitas masyarakat batak yang ada di Surabaya. Beberapa hal yang dapat disimpulkan dalam penelitia ini, yaitu: pertama, budaya (seni) tidak selalu diteruskan atau diturunkan secara langsung namun juga dapat diteruskan secara tidak langsung kepada pars penerusnya. Kedua, seni dengan fungsi rekreatifnya hanya digunakan untuk mengintepretasikan, memahami, dan menikmati hidup manusia bukan sebagai mata pencaharian. Ketiga, penyebaran musik Gondang Batak disertai terjadinya akulturasi dengan budaya lokal, menyebabkan banyaknya ragam musik Gondang Batak yang ada di Surabaya, salah satunya yaitu bentuk kolaborasi musik Gondang Batak Tradisional dengan musik Modem. Keempat, tidak adanya regenerasi merupakan akhir dari sebuah seni apalagi berkembang, sehingga regenerasi kesenian itu tetap perlu meski bukan sesuatu yang kaki' dengan tetap memberi peluang untuk diterima dan dikembangkan. Kelima, walaupun orang banyak yang berpaling pada musik modem (POP) namun bagaimanapun juga kerinduan untuk tetap menikmati musik Gondang Batak Tradisional masih sangat kuat, bagaimana pun juga musik Gondang Batak tetap mendarah daging bagi mereka orang Batak dimanapun mereka berada, karena musik Gondang Batak adalah salah satu sarana penunjuk identitas mereka. Keenam Musik gondang Batak dapat dikatakan sebagai wadah untuk menampung berbagai kepentingan (adat dan agama) komunitasnya, mendapat dukungan dari kaum elite Batak urban di ibukota, mempunyai misi pelestarian budaya nenek moyang dengan sifat terbuka terhadap arus perubahan secara adaptif, mampu mengaktualisasikan nilai - nilai di era globalisasi, serta telah mendapat pengakuan sebagai label corong budaya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis Ant 28/06 Gul m
Uncontrolled Keywords: MUSIC AND ANTHROPOLOGY
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation
M Music and Books on Music > M Music
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Creators:
CreatorsEmail
SHERLY DEASY ANJUWITA GULTOM, 070016259UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBudi Setiawan, Drs., MAUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 28 Jul 2006 12:00
Last Modified: 20 Jun 2017 20:26
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/18386
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item