PERKEMBANGAN ANTISEMITISME: Dalam Perspektif Hubungan Internasional

ANNISA KHARISMAWATI, 070317115 (2008) PERKEMBANGAN ANTISEMITISME: Dalam Perspektif Hubungan Internasional. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
gdlhub-gdl-s1-2009-kharismawa-10022-fishi6-k.pdf

Download (344kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-kharismawa-8635-fishi6-8.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Inti dari tulisan ini adalah pemaparan kajian sosio historis yakni perjalanan sejarah yang membentuk hubungan sosial dan kemudian hubungan internasional dalam lingkup yang lebih luas. Perkembangan antisemitisme diulas melalui perubahan sistem pemerintahan dari masa ke masa, dari kekaisaran hingga negara bangsa. Legitimasi agama melalui gereja beralih ke legitimasi hukum dan perjanjian antar bangsa melalui badan-badan internasional. Perubahan besar dalam sejarah tersebut ditandai dengan hadirnya paham kebangsaan nasionalisme. Oleh karena itu, perkembangan antisemitisme diuraikan melalui konsep nasionalisme. Pembahasan perkembangan antisemitisme dimulai dengan memaparkan akar sejarah munculnya antisemitisme melalui sejarah kaum Yahudi. Sikap anti-Yahudi berakar dari sentimen religi yang kemudian dikuatkan oleh gereja Katolik Roma sebagai sumber legitimasi kekaisaran. Seiring dengan jatuhnya kekaisaran Roma maka kekuasaan gereja turut memudar. Nasionalisme muncul untuk menggantikan kekosongan kekuasaan dengan berdirinya negara-negara yang mengatasnamakan bangsa. Antisemitisme turut mengalami perubahan bentuk saat nasionalisme bangsa-bangsa Eropa identik dengan nasionalisme biologis yang mengagungkan superioritas ras. Nasionalisme biologis bangsa Eropa khususnya Jerman kemudian menciptakan antisemitisme yang diusung secara politis guna menyamarkan kepentingan imperialismenya. Antisemitisme terwujud melalui peristiwa-peristiwa seperti Pogrom Rusia, Kasus Dreyfus, dan berujung pada Holocaust yang dipercaya sebagai pembantaian enam juta Yahudi di Eropa. Nasionalisme Yahudi tumbuh melalui gerakan Zionis sebagai respon atas antisemitisme. Zionisme berhasil mendirikan negara Yahudi melalui dukungan bangsa-bangsa Barat dan Yahudi yang hidup dalam diaspora. Meskipun zionisme pada a«~alnya merupakan gerakan nasionalisme sekuler namun Israel didirikan di tanah Palestina dengan klaim agama "tanah yang dijanjikan". Meskipun Israel telah berhasil berdiri demi menjaga keamanan dan kelangsungan bangsa Yahudi namun antisemitisme tetap digunakan sebagai komoditas politik bagi kepentingan pihak-pihak yang berupaya menyamarkan kepentingan imperialisme dan status quo mereka. Dalam penelusurannya, tulisan mi menemukan bahwa sebenamya bangsa-bangsa Barat dan Yahudi merupakan pelaku-pelaku antisemitisme. Selain itu, Inggris dan Amerika Serikat sebagai pendukung Israel dan Israel sendiri memakai dalih antisemitisme untuk membalas setiap kritik terhadap kebijakan-kebijakan Israel. Di lain pihak, setiap pengkritik kebijakan Israel menolak untuk disebut sebagai pelaku antisemitisme. Mereka mengemukakan sikap anti-zionisme berbeda dengan antisemitisme. Mereka memandang Israel dan gerakan zionisme sebagai bentuk imperialisme modern dan status quo bangsa-bangsa Barat yang pantas untuk ditentang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis HI. 67/08 Kha p
Uncontrolled Keywords: Antisemitisme, Hubungan Intemasional, Yahudi
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion > BL350-385 Classification of Religions
J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsEmail
ANNISA KHARISMAWATI, 070317115UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorM. Muttaqien, MAUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 28 Jan 2009 12:00
Last Modified: 21 Jun 2017 16:48
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/18416
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item