FENOMENA DUGEM SEBAGAI SUB KULTUR DALAM PERSPEKTIF CULTURAL STUDIES

Andhi Kusmanjaya, 079916093 (2008) FENOMENA DUGEM SEBAGAI SUB KULTUR DALAM PERSPEKTIF CULTURAL STUDIES. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
gdlhub-gdl-s1-2009-kusmanjaya-10030-fiss36-k.pdf

Download (322kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-kususmanja-8644-fiss36-8.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dugem atau clubbing sudah dikenal baik dari kalangan muda maupun tua. Perkembangan dugem sebenarnya berawai dari kalangan selebriti yang memanfaatkan waktu luangnya agar terhindar dari stress pekerjaan. Akan tetapi ada juga orang yang mengatakan bahwa dugem sebenarnya ada dimana-mana, bukan dari kalangan ekonomi atas saja yang merintisnya. Orang-orang yang sering berkumpul di warung dengan pesan minuman kopi saja sudah dianggap sebagai dugem cuma istilahnya saja meiekat pada orang-orang yang sering berkunjung ke cafd sehingga dugem menjadi istilah yang tidak jauh jauh dari apa yang disebut sebagai clubbing. Tidak jarang dugem pun menjadi ajang prestige bagi orang yang melakukannya dan tidak bisa lepas dari apa yang disebut hedonisme. Dalam penelitian akan lebih banyak fokus pada remaja, karena remaja dianggap sebagai generasi yang akan melanjutkan pengembangan budaya. Budaya populer tidak terlepas dari peran utama remaja yang mampu melakukan perubahan dimana remaja dikenal sebagai agent of social change dan dugem menjadi salah satu medianya. Tujuan diadakan penelitian ini bermaksud untuk melihat fenomena dugem dari kalangan pelaku dugem dimana akan dihadapkan pada pandangan dugem sebagai sub kultur terutama dari dimensi agama dan budaya lokal. Penelitian diharapkan mampu melihat pergeseran makna dugem sehingga individu maupun masyarakat mampu memposisikan secara tepat terhadap fenomena dugem. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan analisa kualitatiĀ£ Dengan mengambil informan sepuluh orang dengan teknik purposive. Teori yang akan digunakan untuk menganalisis permasalahan ini adalah teori-teori yang tercakup dalam cultural studies. Teori-teori yang digunakan antara lain adalah teori kulturalisme, strukturalisme, ideologi, dan interaksionisme simbolik. Akhimya dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa paradigma masyarakat tentang dugem telah berubah dan banyak persepsi yang berkembang. Uniknya masyarakat mampu mengisi dan mensinergikan sehingga menghasilkan nilai-nilai baru dalam kehidupan masyrakat yang heterogen. Kata kunci dari penelitian ini adalah makna dugem dan sub kultur.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis S 36/08 Kus f
Uncontrolled Keywords: DUGEM; CULTURAL STUDIES
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM831-901 Social change
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsEmail
Andhi Kusmanjaya, 079916093UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSepti Ariadi, Drs.,MAUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 28 Jan 2009 12:00
Last Modified: 21 Jun 2017 17:03
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/18425
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item