"FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT IMPLEMENTASI PROGRAM SATU JIWA SATU POHON PERANANNYA DALAM MENDUKUNG UPAYA PEMBANGUNAN KOTA BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE URBAN DEVELOPMENT)"

Fitrika Atlita Dewi, 070417217 (2008) "FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT IMPLEMENTASI PROGRAM SATU JIWA SATU POHON PERANANNYA DALAM MENDUKUNG UPAYA PEMBANGUNAN KOTA BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE URBAN DEVELOPMENT)". Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
gdlhub-gdl-s1-2008-dewifitrik-9410-fisan3-k.pdf

Download (388kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-dewifitrik-8658-fisan3-8.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

menghambat Implementasi Program Satu Jiwa Satu Pohon yaitu koordinasi antar organisasi, komitmen pelaksana, dan dukungan kelompok sasaran serta peran program ini dalam mendukung upaya terciptanya pembangunan kota yang berkelanjutan (Srvstainable Urban Development). Hal yang menarik dalam penelitian ini adalah adanya keterkaitan antara misi Kota Surabaya yaitu mewujudkan penataan lingkungan kota yang bersih, sehat, hijau, dan nyaman; peningkatan kuantitas dan kualitas ruang terbuka hijau (RTH); Implementasi Program Satu Jiwa Satu Pohon, dan Pembangunan Kota yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan ripe eksplanatif. Penelitian dilakukan di Kecamatan Mulyorejo (Kel. Manyar Sabrangan, Kel. Dukuh Sutorejo), dan Kecamatan Gubeng (Kel. Gubeng, Kel. Airlangga) Kota Surabaya. Informan penelitian ini terdiri atas Ka. Bid, Ka.Sub.Bag, Staff, Kasie, dan Masyarakat. Total informan sebanyak dua puluh tiga orang dari instansi terkait (Dinar Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya, Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kota Surabaya, Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Surabaya, Kecamatan Mulyorejo dan Gubeng, Kelurahan Manyar Sabrangan, Dukuh Sutorejo, Gubeng, Airlangga). Informan dipilih dengan teknik "purposive sampling" kemudian dilanjutkan dengan teknik "snowball sampling". Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan pendekatan Indepth Interview (wawancara mendalam) dan dokumenter Teknik analisa data dilakukan secara kualitatif, yaitu melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisa dilakukan dengan bertumpu pada hasil-hasil temuan data yang telah berhasil dikumpulkan, serta berbagai informasi yang relevan dari daftar kepustakaan (data sekunder). Analisis ini tentunya bertumpu pada permasalahan penelitian yang ingin dijawab secara menyeluruh. Penelitian ini menemukan bahwa dalam implementasi satu jiwa satu pohon, variabel-variabel utama yang mempengaruhi adalah koordinasi antar organisasi pelaksana, komitmen pelaksana, dan dukungan kelompok sasaran. Faktor koordinasi antar organisasi pelaksana mengalami hambatan akibat tidak terdapatnya saluran komunikasi yang bank antara organisasi pelaksana. Hal ini dapat dilihat dari empat aspek yaitu adanya kesepakatan pengertian mengenai sasaran, adanya kesepakatan mengenai kegiatan atau tindakan, adanya saling tukar informasi antar semua pihak, adanya saling menghormati terhadap wewenang fungsional. Faktor komitmen pelaksana dalam Implemetasi Program Satu Jiwa Satu Pohon juga masih rendah akibat tidak didukung dengan sumber daya yang memadai. Keadaan ini dipengaruhi oleh tiga aspek yaitu kognisi/pemahaman pelaksana, arah respon pelaksana, intensitas dari respon. Keadaan sebenarnya yang terjadi di la.pangan adalah terdapat ketidaksinkronan antara kognisi dan respon pelaksana terhadap intensitas dari respon. Sehingga yang terjadi adalah tugas pelaksanaan program ini dilaksanakan sekedamya untuk memenuhi syarat administrasi. Faktor dukungan kelompok sasaran dibeberapa kelurahan dapat dilihat dari bentuk partisipasi warga dalam menyumbang, menanam, dan merawat pohon. Dalam penelitian ini ditemukan adanya partisipasi aktif warga untuk ikut menyumbang, menanam dan merawat pohon guns penghijauan di sekitar tempat tinggal mereka. Hal ini dipengaruhi oleh pertimbangan keuntungan material, keuntungan sosial, dan keuntungan personal. Keuntungan sosial menjadi pertimbangan utama para. informan, hal ini dikarenakan mereka radar akan kualitas lingkungan yang semakin menurun dari tahun ke tahun. Keadaan masyarakat seperti ini banyak dijumpai pada RT/RW yang memiliki warga kader lingkungann, seperti di Kelurahan Manyar Sabrangan Keearnatan Muyorejo, dan Kelurahan Gubeng Kecamatan Gubeng. Namun partisipasi aktif tersebut belum merata ter adi di kelurahan-kelurahan yang menjadi lokasi penelitian. Hal ini dikarenakan minimnya sosialisasi serta publikasi program satu jiwa satu pohon kepada warga kota Surabaya oleh kelurahan serta kecamatan setempat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis AN 36/08 Dew f
Uncontrolled Keywords: PENGHAMBAT IMPLEMENTASI PROGRAM SATU JIWA SATU POHON; PEMBANGUNAN KOTA BERKELANJUTAN
Subjects: H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT51-1595 Communities. Classes. Races > HT101-395 Urban groups. The city. Urban sociology > HT165.5-169.9 City planning
H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT51-1595 Communities. Classes. Races > HT101-395 Urban groups. The city. Urban sociology > HT361-384 Urbanization. City and country
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Administrasi Negara
Creators:
CreatorsEmail
Fitrika Atlita Dewi, 070417217UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSulikah Asmorowati, S.Sos.,M.DevStUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 29 Jan 2009 12:00
Last Modified: 21 Jun 2017 17:05
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/18426
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item