KUASA JILBAB : Studi Kritis Perkembangan Jilbab di Indonesia

Heri Setiawan, 070317070 (2008) KUASA JILBAB : Studi Kritis Perkembangan Jilbab di Indonesia. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
gdlhub-gdl-s1-2008-setiawanhe-9405-fiss47-k.pdf

Download (322kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-setiawanhe-8665-fiss47-8.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Jilbab menjadi fenomena simbolik sarat makna di Indonesia. fenomena ini muncul seiring dengan kesuksesan Revolusi Islam (Syi'ah) Iran awal tahun 1980-an. Jilbab dianggap simbol kebangkitan Islam serta eksistensi id.entitas primordial ditengah pertanmgan global. Jilbab pernah menjadi sebuah simbol resistensi ketika Orde baru represif terhadap golongan Islam. Walaupun disisi lain jilbab juga dianggap sebagai simbol busana kaum pinggiran, tradisional dan keterbelakangan intelektual. Kian hari jilbab kian berwama-warns. Jilbab tidak hanya representasi simbol kesopanan, ketawadhuan dan kwalitas kemuslimahan serta nilai-nilai adduhung lainnya tetapi jilbab telah berkembang menjadi komoditas dan mode. Akibatnya muncul jilbab gaul, jilbal trendi dan jilbab modis yang memandang jilbab secara profan dan banal. Mereka berjilbab tetapi perilakunya tidak berbeda dengan mereka yang tidak berjilbab mulai dari ngeceng hiugga tindakan amoralitas. Penelitian ini mencoba mempertanyakan bagaimana busana muslimah (jilbab) menjadi popular di Indonesia?, bagaimana Barthes memandang beragamnya simbot jilbab yang ada ? serta apakah perkembangan mode jilbab mengarahkan pada desakralisasi jilbab?. Penelitian kwalitatif ini menggunakan metode analisis semiotika konotasi Roland Barthes sebagai pisau analisis serta sebagian kecil dengan teori kritis Herbert Marcuse. Pengumpulan data primer dilakukan secara indepth interview dengan beberapa informan sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur, buku, artikel dan jurnal. Berdasarkan penelitian, jilbab memang fenomena sarat makna yang berujung pada kuasa. Jilbab, sehelai kain diatas keoala ini bisa herperan ideologis serta instrumentalis. Jilbab mempunyai beragam makna tergantung pcnafsiran individu, sosial dan kultural. Pembacaan Barthes menghasilkan dua mitos jilbab yakni jilbab ideologis sebagai simbol kesopanan sekaligus perlawanan. Sedangkan, jilbab instrumentatis menunjukkan mitos kebebasan dan kemodernan. Marcuse memandang Jilbab instruinemalis sebagai bentuk total itartantsme yang dilakukan kapitalisme dengan rayuan budaya massanya. Persoalan jilbal merupakan persoalan yang tidak sederhana sebagaimam, tidak sesederhananya Pula makna dan istilah tetsebut.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis S 47/08 Set k
Uncontrolled Keywords: Jilbab, resistensi, komoditas, jilbab instruinentalis dan jilbab ideologis
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP1-253 Islam
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform > HN1-995 Social history and conditions. Social problems. Social reform
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women > HQ1101-2030.7 Women. Feminism
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsEmail
Heri Setiawan, 070317070UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorEdy Herry P, Drs.,M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 29 Jan 2009 12:00
Last Modified: 21 Jun 2017 17:11
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/18431
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item