HUBUNGAN ANTARA PREEKLAMPSIA DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. MOHAMAD SUWANDHIE SURABAYA

FITRIA EDNI WARI, 010830455 (2010) HUBUNGAN ANTARA PREEKLAMPSIA DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. MOHAMAD SUWANDHIE SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
5. ABSTRAK .pdf

Download (104kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FK BID 23-14 War h.pdf
Restricted to Registered users only

Download (770kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Asfiksia neonatorum adalah ketidakmampuan bayi baru lahir bernafas pada waktu 60 detik pertama. Asfiksia merupakan kelanjutan dari hipoksia janin dalam uterus karena terjadi gangguan pertukaran gas serta transport O2 Masalah penelitian ini adalah di RSUD dr. Mohamad Soewandhie terdapat peningkatan jumlah bayi baru lahir dengan AS kurang dari 7 dari 11,79% menjadi 12,86%, angka kematian bayi karena asfiksia neonatorum dari 12 bayi menjadi 29 bayi, serta peningkatan jumlah ibu bersalin dengan preeklampsia dari 4,86% menjadi 8,54%. Judul penelitian ini hubungan antara preeklampsia dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD dr. Mohamad Soewandhie Surabaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan preeklampsia dengan kejadian asfiksia neonatorum. dari ibu ke janin. Keadaaan ini dapat menyebabkan perkembangan kecerdasan otak bayi tidak optimal. Metode penelitian ini, analitik dalam bentuk kohort retrospektif. Populasinya seluruh ibu bersalin di RSUD dr. Mohamad Soewandhie tahun 2008. Jumlah sampel 114 ibu preeklampsia, 114 ibu tidak preeklampsia. Pengambilan sampel secara simple random sampling. Variabel independen, preeklampsia dan variabel dependen, asfiksia neonatorum. Sumber data dari rekam medis, dikumpulkan dengan Lembar Pengumpul Data. Analisis data dengan uji Chi-square. Hasil penelitian dari 228 ibu preeklampsia dan tidak preeklampsia hampir seluruhnya bayi yang dilahirkan tidak mengalami asfiksia (86,00%) dan (90,40%). Hasil uji Chi-square didapatkan nilai p (0,412) >α (0,05) dan nilai χ2 hitung (1,050) <χ2 tabel (3,841) sehingga H1 Simpulan penelitian ini tidak ada hubungan preeklampsia dengan kejadian asfiksia neonatorum karena masih ada faktor lain yang lebih berpengaruh terhadap asfiksia neonatorum. Bidan perlu meningkatkan pemantauan dan perawatan ibu hamil serta ibu bersalin terutama dengan riwayat obstetri buruk agar bidan dapat mengenali janin dan bayi yang berisiko sedini mungkin.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK FK. BID 23 / 14 War h
Uncontrolled Keywords: PREEKLAMPSIA ; ASFIKSIA NEONATORUM
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics > RG1-991 Gynecology and obstetrics > RG500-991 Obstetrics > RG940-991 Maternal care. Prenatal care services
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Pendidikan Bidan
Creators:
CreatorsEmail
FITRIA EDNI WARI, 010830455UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorErnawati, Dr., Sp.OGUNSPECIFIED
Depositing User: mrs siti muzaroh
Date Deposited: 26 Mar 2014 12:00
Last Modified: 02 Sep 2016 07:29
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/18695
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item