PENGARUH PSYCHOSOCIAL SAFETY CLIMATE TERHADAP KINERJA KARYAWAN MELALUI JOB DEMAND AND RESOURCE MODEL STUDI PADA KARYAWAN BAGIAN INSTALASI PABRIK GULA PESANTREN BARU KEDIRI

ALLAN YUDA PRATHAMA, 040811556 (2013) PENGARUH PSYCHOSOCIAL SAFETY CLIMATE TERHADAP KINERJA KARYAWAN MELALUI JOB DEMAND AND RESOURCE MODEL STUDI PADA KARYAWAN BAGIAN INSTALASI PABRIK GULA PESANTREN BARU KEDIRI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2013-prathamaal-26804-5.abstr-k.pdf

Download (124kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Memprediksi kondisi kerja karyawan, dalam menjaga tingkat psikologis karyawan agar tetap baik dan mampu menjaga kinerja kerja dalam sebuah perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari psychosocial safety climate terhadap kinerja karyawan melalui job demand and resource model, yang di dalam model ini job demand akan berpengaruh terhadap burnout serta job resource berpengaruh terhadap engagement. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 97 karyawan tetap pada bagian instalasi Pabrik Gula Pesantren Baru Kediri. Analisis dalam penelitian ini menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian membuktikan 9 hipotesis yang menunjukkan bahwa hipotesis pertama psychosocial safety climate terhadap kinerja karyawan berpengaruh positif signifikan dengan nilai 0,221, kedua psychosocial safety climate terhadap job demand berpengaruh negatif signifikan dengan nilai -0,516, hipotesis ketiga job demand terhadap burnout berpengaruh positif signifikan dengan nilai 0,283, hipotesis keempat burnout terhadap kinerja karyawan berpengaruh negatif signifikan dengan nilai -0,287, hipotesis kelima psychosocial safety climate terhadap kinerja karyawan melalui job demand dan burnout berpengaruh tidak signifikan karena nilai koefisiennya lebih kecil dibandingkan pengaruh langsungnya, hipotesis keenam psychosocial safety climate terhadap job resource berpengaruh positif signifikan dengan nilai 0,478, hipotesis ketujuh job resource terhadap engagement berpengaruh positif signifikan dengan nilai 0,404. hipotesis kedelapan engagement terhadap kinerja karyawan berpengaruh positif tidak signifikan dengan nilai 0,062 dan hipotesis kesembilan psychosocial safety climate terhadap kinerja karyawan melalui job resource dan engagement berpengaruh tidak signifikan karena t-statistic dari engagement lebih kecil dari 1,64 jadi tidak bisa dibandingkan dengan pengaruh langsungnya. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa psychosocial safety climate lebih efektif mempengaruhi kinerja karyawan secara langsung tanpa melalui job demand and resource model. Selanjutnya, psychosocial safety climate menjadi variabel pendahulu atau prediktor untuk job demand and resource model dan kinerja karyawan. Sedangkan job demand mampu mempengaruhi kinerja karyawan secara signifikan melalui burnout dan job resource tidak mampu mempengaruhi kinerja karyawan melalui engagement.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 B.191/13 Pra p
Uncontrolled Keywords: PSYCHOSOCIAL SAFETY CLIMATE
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5549-5549.5 Personnel management. Employment
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Manajemen
Creators:
CreatorsEmail
ALLAN YUDA PRATHAMA, 040811556UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorArif Firmansyah, , SE., MMUNSPECIFIED
Depositing User: Mr Bambang Husodo
Date Deposited: 05 Sep 2013 12:00
Last Modified: 23 Aug 2016 06:35
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/1870
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item