HUBUNGAN ANTARA KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI (KPD) DENGAN PERSALINAN PRETERM DI RSUD DR. M. SOEWANDHIE SURABAYA

IKE KURNIA, 011012090 (2011) HUBUNGAN ANTARA KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI (KPD) DENGAN PERSALINAN PRETERM DI RSUD DR. M. SOEWANDHIE SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
5. RINGKASAN.pdf

Download (102kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FK BID 122-14 Kur h.pdf
Restricted to Registered users only

Download (705kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Persalinan Preterm merupakan komplikasi berbahaya dengan akibat yang signifikan pada ibu dan bayi baru lahir. Persalinan preterm termasuk penyebab utama yaitu 60-80% morbiditas dan mortalitas neonatal di seluruh dunia. Indonesia memiliki angka kejadian persalinan preterm sekitar 19% dan merupakan penyebab utama kematian perinatal. Penyebab persalinan preterm sampai saat ini masih belum jelas, diperkirakan multifaktorial. Terdapat faktor Ketuban Pecah Dini (KPD) yang mempengaruhi terjadinya persalinan prematur. Ruptur membran sebelum kehamilan 37 minggu merupakan penyebab mortalitas dan morbiditas yang penting, baik bagi maternal maupun perinatal. Sebanyak 65% adalah karena ketuban pecah dini yang banyak menimbulkan infeksi pada ibu dan bayi . Komplikasi ini merupakan faktor yang signifikan terhadap kemungkinan persalinan preterm. Masalah dari penelitian ini adalah angka kejadian persalinan preterm yang tidak banyak berubah dari tahun ke tahun. Pada tahun 2008 (10,15%), tahun 2009 (9,67%), dan tahun 2010 (9,77%). Terdapat banyak bukti yang menyatakan bahwa kasus karena pecahnya selaput ketuban secara dini akan dilanjutkan dengan proses persalinan (30-40%). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan KPD dengan persalinan preterm di RSUD dr. M. Soewandhie. Penelitian dilaksanakan dengan rancangan case control pada 268 ibu yang melahirkan di kamar bersalin RSUD dr. M. Soewandhie dari Januari sampai Juni 2011. Sampel terdiri dari 134 kasus dan 134 kontrol. Kasus adalah ibu yang melahirkan bayi preterm yang diambil seluruhnya (total sampling), sedangkan kontrol adalah ibu yang tidak melahirkan secara preterm diambil secara acak (simple random sampling). Data diperoleh dengan menggunakan rekam medik pasien, digunakan untuk mendapatkan informasi tentang variabel yang diteliti. Analisis data dilakukan secara univariat dan analisis bivariat dengan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 23,1% kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD) di RSUD DR. M. SOEWANDHIE Surabaya Januari - Juni 2011. Sebagian besar responden yang mengalami KPD bersalin secara preterm. Kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD) berhubungan dengan persalinan preterm (p=0,030). Hasil uji statistik didapatkan nilai OR=1,981 (95%CI=1,105 – 3,551) p=0,030. Orang yang bersalin dengan KPD mempunyai risiko 2x lebih besar untuk terjadi persalinan preterm dibandingkan dengan pasien yang tidak mengalami KPD.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK FK. BID 122/ 14 Kur h
Uncontrolled Keywords: PERSALINAN PRETERM
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics > RG1-991 Gynecology and obstetrics > RG500-991 Obstetrics > RG940-991 Maternal care. Prenatal care services
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Pendidikan Bidan
Creators:
CreatorsEmail
IKE KURNIA, 011012090UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAtika,, SSi, M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: mrs siti muzaroh
Date Deposited: 04 Apr 2014 12:00
Last Modified: 07 Sep 2016 05:01
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/18753
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item