HUBUNGAN FREKUENSI PEMBERIAN ASI DENGAN KEJADIAN IKTERUS NEONATORUM DI RSB ADIGUNA SURABAYA

NOFRIDA PRATISTIYANA, 011012070 (2011) HUBUNGAN FREKUENSI PEMBERIAN ASI DENGAN KEJADIAN IKTERUS NEONATORUM DI RSB ADIGUNA SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
5. RINGKASAN.pdf

Download (79kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FK BID 128-14 Pra h.pdf
Restricted to Registered users only

Download (612kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pengaruh frekuensi pemberian ASI yang kurang kepada bayi diantaranya adalah menyebabkan ikterus neonatorum. Para ahli kesehatan menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya dengan jarak 3 jam, dengan frekuensi paling sedikit 8-12 kali perhari untuk beberapa hari pertama. Bayi yang mendapat ASI, kadar bilirubin cenderung lebih rendah pada yang defekasinya lebih sering. Bayi yang terlambat mengeluarkan mekonium lebih sering terjadi ikterus fisiologis. Hal ini disebabkan beberapa faktor antara lain : frekuensi menyusui yang tidak adekuat sehingga asupan ASI kurang optimal, dan cenderung untuk lebih mengalami kehilangan berat badan. Apabila frekuensi menyusui kurang bayi bisa mengalami dehidrasi, penumpukan bilirubin dan akhirnya terjadi ikterus. Masalah dari penelitian ini adalah di RS Bersalin Adiguna Surabaya masih ada kejadian ikterus neonatorum 6,57%. Serta pemberian ASI kepada bayi belum bisa diterapkan secara maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan frekuensi pemberian ASI dengan kejadian ikterus neonatorum di RSB Adiguna Surabaya. Metode penelitian ini, analitik yang berdesain cross sectional. Popoulasinya semua bayi cukup bulan yang ada di ruang bayi RSB Adiguna pada tanggal 22 Oktober – 23 Nopember 2011 sejumlah 32 bayi. Pengambilan sampel dengan consecutive sampling. Besar sampel 30 bayi. Variabel independen adalah frekuensi pemberian ASI dan variabel dependen adalah ikterus beonatorum. Instrumen yang digunakan lembar observasi bayi dan lembar pengumpul data. Sumber dari rekam medis dan observasi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Coefficient Contingency. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 bayi cukup bulan ada 7 bayi cukup bulan yang mengalami ikterus neonatorum seluruhnya adalah bayi dengan frekuensi pemberian ASI < 8 kali perhari, sedangkan dari 23 bayi cukup bulan yang tidak mengalami ikterus neonatorum hampir seluruhnya adalah bayi dengan frekuensi pemberian ASI antara 8 – 12 kali perhari 22 bayi (95,65%). Hasil uji statistik chi-square (x2 Kesimpulan penelitian ini, sebagian kecil bayi mengalami kejadian ikterus neonatorum. Dan ada hubungan frekuensi pemberian ASI dengan kejadian ikterus neonatorum. Untuk mengurangi resiko terjadinya ikterus neonatorum dengan meningkatkan frekuensi pemberian ASI dan kontrol ulang setelah bayi pulang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK FK. BID 128 / 14 Pra h
Uncontrolled Keywords: ASI
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics > RG1-991 Gynecology and obstetrics > RG500-991 Obstetrics > RG940-991 Maternal care. Prenatal care services
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Pendidikan Bidan
Creators:
CreatorsEmail
NOFRIDA PRATISTIYANA, 011012070UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHilmi Yumni,, SKep.Ns., MKep., SpMatUNSPECIFIED
Depositing User: mrs siti muzaroh
Date Deposited: 04 Apr 2014 12:00
Last Modified: 07 Sep 2016 07:48
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/18759
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item