PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN IBU BERSALIN KALA I DENGAN METODE HYPNOBIRTHING DAN TANPA METODE HYPNOBIRTHING PADA 2 BPM DI KLATEN JAWA TENGAH

Elsa Noftalina, 011112061 (2013) PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN IBU BERSALIN KALA I DENGAN METODE HYPNOBIRTHING DAN TANPA METODE HYPNOBIRTHING PADA 2 BPM DI KLATEN JAWA TENGAH. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
4. ABSTRAK.pdf

Download (279kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FK BID 179-14 Nof p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Ketegangan emosi akibat rasa cemas hingga rasa takut dapat memperberat persepsi nyeri selama persalinan. Rasa takut memicu ketegangan atau kepanikan yang membuat otot-otot kaku dan akhirnya menyebabkan rasa sakit, sehingga menghilangkan rasa takut, kecemasan dan ketegangan dapat mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri pada persalinan. Salah satu metode penghilang nyeri persalinan dan rasa kecemasan pada ibu bersalin yaitu hypnobirthing. Penelitian ini berupa penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional comparative. Populasinya adalah ibu bersalin kala I primigravida dan multigravida. Teknik pengambilan sampel adalah consecutive sampling yang ditentukan pada kurun waktu tertentu yaitu pada bulan Mei dan Juni 2013. Besar sampel penelitian adalah 32 responden, yaitu 16 responden yang menggunakan metode hypnobirthing dan 16 responden yang tidak menggunakan metode hypnobirthing. Instrumen yang digunakan yaitu kuisioner kecemasan Hamilton Anxiety Rating Scale yang telah dimodifikasi disesuaikan dengan kondisi ibu bersalin. Penelitian ini diperkuat juga dengan wawancara mendalam kepada seluruh responden seputar kecemasan yang dirasakan menjelang persalinan. Sumber data adalah data primer. Analisis data yang digunakan adalah uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan dari 16 ibu bersalin sebagian besar yang menggunakan hypnobirthing tidak mengalami kecemasan pada fase laten (87,50 %) maupun aktif (81,25%) sementara ibu bersalin tanpa menggunakan hypnobirthing lebih banyak mengalami kecemasan (62,5 %) seperti kecemasan ringan (fase laten = 43,75% dan fase aktif = 25,00%), kecemasan sedang (fase laten = 18,75% dan fase aktif = 37,50) dan kecemasan berat (6,25%). Hasil uji Mann Whitney p = 0,003 pada kala I fase laten dan p = 0,001 pada kala I fase aktif. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan tingkat kecemasan ibu bersalin kala I dimana ibu bersalin yang tanpa menggunakan hypnobirthing lebih cenderung mengalami kecemasan dibandingkan ibu bersalin yang menggunakan hypnobirthing. Hal ini disebabkan karena pengaruh hypnobirthing yang berperan menanamkan pemikiran positif bahwa dalam persalinan tidak diperlukan kecemasan meskipun kontraksi persalinan tetap dirasakan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK FK. BID 179 / 14 Nof p
Uncontrolled Keywords: PERSALINAN
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics > RG1-991 Gynecology and obstetrics > RG500-991 Obstetrics > RG940-991 Maternal care. Prenatal care services
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Pendidikan Bidan
Creators:
CreatorsEmail
Elsa Noftalina, 011112061UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorLinda Dewanti, , dr. M.Kes, MHSc, Ph.DUNSPECIFIED
Depositing User: mrs siti muzaroh
Date Deposited: 22 Apr 2014 12:00
Last Modified: 09 Sep 2016 09:55
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/18797
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item